Categories
Uncategorized

Pertumbuhan Ekonomi Papua di Atas Rata-Rata

JAYAPURA [PAPOS] – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil menengah Syarief Hassan mengatakan rasa kebanggaannya karena pertumbuhan ekonomi Papua melebihi diatas rata-rata nasional.

“Yang membuat saya bangga, karena pertumbuhan ekonomi di Papua melebihi diatas pertumbuhan angka rata-rata nasional. Saya tau pasti pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua sekarang pada kwartal pertama sudah mencapai angka tujuh persen,”

kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hassan dalam sambutannya pada pembukaan seminar kewirausahaan bagi mahasiswa dan Perguruan Tinggi se Jayapura /UMKM binaan Perbankan se Kota Jayapura yang berlangsung kemarin Senin (3/4) di Aula USTJ Abepura – Kota Jayapura.

Sebab jika dilihat, Pertumbuhan ekonomi secara nasional sejak lima tahun terakhir ini mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi nasional selalu diatas rata –rata enam persen. Namun untuk Papua justru melebihi angka tersebut, yakni tujuh persen.

Hal ini menurut Menkop karena kekuatannya gubernur yang saat ini dipilih adalah memiliki visi agar ekonomi Papua semakin meningkat kedepan. “Implikasinya dapat dilihat bahwa tingkat pengangguran yang terjadi Provinsi Papua jauh lebih rendah dibandingkan dengan di tingkat nasional secara rata –rata.

Namun menurutnya hal ini belumlah cukup. Untuk itu dirinya mengajak agar bersama – sama ditingkatkan ekonomi Papua. Dengan demikian program pemerintah pusat, master plan pembangunan Papua dan Papua Barat akan menjadi kenyataan kedepan yang lebih baik sesuai dengan yang direncanakan bersama.

Untuk itu menteri juga mengucapkan terima kasih terhadap acara ini karena hal ini merupakan gerakan kewirausahaan nasional, bagaimana suatu gerakan yang timbulkan oleh generasi muda Papua bagaimana menangkap peluang yang sudah diciptakan oleh pemerintah dan juga, bagaimana peluang yang betul – betul dapat diraih. Agar  generasi muda Papua bisa memberikan kontribusi selain kepada diri sendiri, juga memberikan kontribusi ekonomi kepada keluarga dan juga lingkungannya serta kepada bangsanya.

Salam Presiden SBY Saat memberikan sambutannya itu, menteri juga mengutarakan salam yang disampaikan kepala negara Presiden Susilo Bambang Yudoyono kepada generasi muda di Papua. Sebab saat ini, Pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi prioritas pemerintah pusat.

Categories
Bisnis Kopi

KSU Baliem Arabica Export 12 Ton ke USA

Jayapura – Periode Desember hingga Januari 2013 KSU ( Koperasi Serba Usaha ) Baliem Arabica berhasil melakukan Ekspor Kopi Arabica Ke Negara adi daya USA ( Amerika Serikat ) , sebanyak 12 Ton selaku eksportir tunggal Kopi Arabica Wamena. Hal tersebut merupakan pencapaian yang sempurna,sebagai pelaku usaha Pribumi Papua.

Sejak Juni 2007 dibentuk Koperasi Serba Usaha ( KSU ) kopi Arabica dengan mengusung visi dan misi salah satu mewujudkan program Nasional yaitu pemberdayaan Ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kopi Arabica bersertifikat organic dengan standart export dengan tujuan ke Negara maju.

Hal tersebut telah dibuktikan dengan produknya yang sudah merambah ke berbagai belahan dunia selain USA ,juga cina, Swiis dan Jepang,” kata Ketua KSU Baliem Arabica kemarin bertempat di Hotel Horison Jayapura 1/3-2013. Dikatakan, di bulan April nantinya pihaknya akan mengeksport kembali ke USA lebih dari 12 ton dimana hal tersebut sesuai permintaan dari salah satu Pengusaha Lokal disana.

Untuk Area Perkebunan Kopi Arabica Organik Meliputi Mambramo tengah,lani jaya, Tolikara, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya,Yalimo dan dan Yahokimo, menurut Selion Tempat- tempat tersebut merupakan sentra pertanian Kopi arabika mutu terbaik yang ada di papua dan guna memudahkan petani memasarkan Kopi keluar perkebunan, pihak Koperasi Baliem Arabica selalu menggunakan system jemput bola artinya setiap panen tiba pihak KSU langsung ambil ditempat tempat tersebut dari petani,hal tersebut dilakukan untuk memutus agar biaya yang dikeluarkan para petani untuk membawa hasil produksi lebih kecil , paparnya.

penjemputan bukan hanya di area perkebunan kopi Kabupaten Jayawijaya tetapi juga kekabupaten lain Di Pegunungan tengah,termasuk kabupaten Puncak jaya.

Untuk harga perliter Kopi Arabica dari Petani mencapai rp 7 ribu dari harga sebelumnya rp 5 ribu per liter, kenaikan harga tersebut dilakukan Pihak KSU bertujuan agar Kesejahteraan petani kopi semakin baik dan para petani kopi akan semakin lebih termotivasi untuk berkebun dengan lebih baik lagi sehingga mampu menghasilkan kopi unggulan yang nantinya siap bersaing di Pasar global, pungkas Selion ( Ady/don/lo1)

Sumber: BintangPapua.com

Tanggal: Senin, 04 Maret 2013 01:27

Categories
Cerita Kopi

Minum Kopi (di) Papua

OLEH ONNY WIRANDA, 15 Desember 2012 Lumbung

LEMBAH BEANEKOGOM, TSINGA

Seperti sebuah pementasan, hari memasuki babak baru ketika matahari menyingkir dari langit. Rombongan kecil kami yang baru saja datang memeriksa pembangkit listrik di Sungai Beanagogom, Tsinga, kini berkumpul di depan perapian untuk menikmati makan malam dan mengakhirinya dengan beberapa gelas kopi. Beberapa kali aku menawari Pak Yoap Beanal, kepala suku di Tsinga dan Pak Jack Dendegau Kepala Desa Tsinga untuk ikut minum kopi. Tapi mereka selalu hanya menjawab singkat, “Ah, tidak, terima kasih pak.”

Beberapa meter dari tempat kami berkumpul, sekelompok anak muda Tsinga sedang berkumpul di sebuah honai. Di rumah bujang itu, mereka sedang melepas kepergian seorang guru yang akan turun gunung ke Timika.

Berbagai macam sajian khas pegunungan Papua disajikan. Mulai dari betatas (ubi), sayur pakis, teh hangat, dan tembakau gulung. Tidak ada segelas kopi pun yang tersaji di honai. Padahal tidak jauh dari situ, terletak perkebunan kopi skala kecil yang menjadi salah satu tumpuan produksi sebuah merk kopi yang terkenal: Amungme Gold Arabica Coffee.

PERTEMUAN PERTAMA DENGAN KOPI

Paling tidak di Mimika, tempat saya tinggal selama beberapa tahun ini, nampak bahwa minum kopi masih belum sepenuhnya jadi bagian dari budaya kuliner setempat. Di Mimika, orang Kamoro yang tinggal di pesisir pantai mengenal kopi dari pos misionaris di Kaokanao. Pada sekitar tahun 1930an, tempat itu berubah menjadi pos pemerintahan.

Menurut Lodefikus Saklil, pada saat itu kesempatan untuk mencicip barang yang namanya kopi biasanya terjadi di Pastoran. Istilah untuk tempat tinggal para pastor dan bruder. Hal berikutnya yang terjadi sudah bisa diduga. Orang-orang Kamoro yang telanjur suka kopi dan tembakau, banyak yang datang menukar keduanya dengan hasil bumi, seperti sagu atau ikan.

Kopi baru tersedia dalam jumlah yang banyak ketika perusahaan tambang raksasa Freeport McMoran memulai operasinya di Mimika. Pada tahun 1967, industri itu membuka landasan udara perintis dan kamp di Timika Pantai. Demikian pula di Tsinga, tempatku mulai menulis catatan ini, kopi bersama dengan teh dan mie instan baru dikenal masyarakat Amungme pada awal tahun 1990an.

Para misionaris tidak mengajari masyarakat untuk menanam kopi di pesisir Mimika. Alasannya, kondisi geografis daerah pesisir Mimika yang terdiri dari rawa-rawa dan delta sungai.

Catatan paling tua mengenai kopi di Papua adalah dari HW Moll (1959). Ia mengkaji kemungkinan penanaman kopi di area sekitar Danau Wisselmeren (sekarang disebut Danau Tigitane) di dataran tinggi Paniai. Tapi kopi baru dikembangkan oleh misionaris pada tahun 1980. Saat itu, seorang bernama Bruder Jan Sjerps, OFM menanam 1000 pohon kopi jenis Arabica untuk melatih anak-anak SMP dan petani di Moanemani, Paniai, Papua. Selain mengajar cara menanam dan merawat kopi, Bruder Jan juga mengajarkan cara menggoreng biji kopi. Sejak itu Kopi Moanemani mulai terkenal.

PERTEMUAN DENGAN KOPI PAPUA

Bagi saya, menjajal berbagai macam kopi Papua selalu menimbulkan sensasi istimewa. Serupa halnya ketika menjajal berbagai penganan Papua yang sebelumnya asing bagiku seperti tambelo (ulat sagu), pinang, dan papeda.

Sekalipun kopi bukan barang asing di Jawa, tapi proses mengenali berbagai macam kopi Papua seperti membuka cakrawala baru berpikir saya. Bahwa minum kopi bukan hanya sekedar untuk menyegarkan tubuh dan pikiran, tapi juga untuk memperkaya ikatan kita dengan tanah asal kopi yang kita minum.

Disalin Ulang dari PAPUACoffees.com

Categories
Cerita Kopi

Kopi Papua Wamena Manis dan Wangi

Jum’at, 2 November 2012 , Mutya Hanifah – Okezone

Bianca Beatrice, Runner Up 1 Miss Coffee International 2012Bianca Beatrice Runner Up 1 Miss Coffee International 2012

Bianca Beatrice, Runner Up 1 Miss Coffee International SEBAGAI Runner Up I Miss Coffee International, pastilah Bianca Beatrice telah mencoba beragam kopi asli Indonesia. Kopi manakah yang menjadi favoritnya? Bianca Beatrice, yang mewakili Indonesia dalam ajang Miss Coffee International 2012, berhasil meraih posisi Runner Up 1.

Selama ajang pemilihan, Bianca telah mencoba beragam kopi Indonesia.

“Sewaktu pemilihan, ada kegiatan yang namanya cupping, yaitu mencoba semua kopi Indonesia, mulai dari kopi Gayo dari Aceh hingga kopi Papua,”

tuturnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini. Selama mencoba semua kopi tersebut, ternyata yang menjadi favorit Bianca adalah kopi Papua Wamena.

“After taste-nya enak, manis. Aromanya juga wangi sekali,”

ujarnya. Ia mengaku baru mencoba kopi tersebut selama masa karantina di ajang Miss Coffee International 2012.

“Kopinya memang di Jakarta masih sulit dicari, karena itu jenis kopi baru,” pungkasnya. Kopi Papua Wamena adalah kopi yang tumbuh di daerah Pegunungan Jayawijaya Wamena, di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Kopi ini memiliki aroma dan cita rasa yang khas, serta dapat digolongkan sebagai kopi organik karena proses pertumbuhannya alami. Kopi ini tidak terasa asam karena memiliki kadar asam yang rendah. (ftr)

Sumber : www.okefood.com

Categories
Bisnis Kopi

Ekspor Kopi Pertama Papua Ke Amerika

Pada hari Sabtu, tanggal 20 Maret 2010, ekspor perdana satu kontainer kopi Arabika Baliem dengan grade 1 ke Amerika Serikat telah berhasil dilaksanakan. Kopi tersebut diberangkatan dari pelabuhan Makassar dan dijadwalkan tiba pada tanggal 27 April di Oakland, California, AS. Proses ekspor memakan waktu cukup lama karena Propinsi Papua belum merupakan zona ekpor internasional. Namun Koperasi mendapatkan ijin untuk melakukan ekspor kopi dari pelabuhan internasional di Makassar. Pengiriman tersebut merupakan titik bersejarah karena tidak pernah sebelumnya ada produk pertanian Papua yang dapat diekspor ke pembeli internasional. Pengiriman perdana tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Papua, Bapak Melkias Monim, Kepala Koperasi Arabika lembah Baliem, Bapak Selion Karoba, Koordinator program PADA dan Bapak Kornel Gartner, dan sebagai tamu seorang pelaku bisnis kopi dari Jerman, Bapak Stefan Mechthold. Mengenai pengiriman tersebut, Bapak Melkias Monim menyatakan, “Ini merupakan hari bersejarah bagi Papua. Petani-petani kopi dataran tinggi harus berbangga hati karena mereka dapat memasok kopi ke pasar kopi spesial internasional.”

Proses pengiriman kopi ini bukanlah tugas mudah. Pertama, skala kecil pembelian dilakukan oleh Koperasi dari petani-petani di wilayah terpencil Lembah Baliem. Setelah diolah, lot sebanyak 12 ton harus diangkut menggunakan penerbangan komersial ke kota pelabuhan Jayapura. Terakhir, kopi tersebut dikirim melalui laut ke Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke AS. Namun demikian, karena dedikasi petani-petani kopi Lembah Baliem, Koperasi Arabika Baliem, tim AMARTA-PADA dan dukungan luar biasa dari Pemerintahan Propinsi Jayawijaya dan Papua maka pengiriman tersebut menjadi kenyataan. Sekarang pecinta kopi internasional dapat menikmati kopi dengan cita rasa yang sangat unik dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Kopi tersebut dibeli oleh Paragon Trading Company di Amerika Serikat. Koperasi Petani Arabika Baliem dapat menghasilkan laba hampir $43.000 dari transaksi ini. Ini merupakan terobosan bagi petani-petani
kopi dataran tinggi Papua. Laba dari transaksi ini akan langsung dinikmati oleh petani anggota Koperasi dan digunakan untuk terus membeli kopi dengan harga yang layak dan memberikan bantuan teknis dan materi kepada petani-petani kopi di seluruh Lembah Baliem.

http://www.amarta.net/amarta/successstory

http://www.paragoncoffee.com/

Contact Information
Roland W. Veit, Chairman, ext 14 roland@paragoncoffee.com

Traders:
Robert Briante, ext 16
Michael Silberstein, ext 17 michael@paragoncoffee.com
Stephen Bauer, ext 18 steve@paragoncoffee.com
Murray Ross, Cell: (205) 356-1022 murray@paragoncoffee.com
Greg Dietrich, ext 13 greg@paragoncoffee.com

Chief of Operations: Richard Palombo ext.19 mailto:richard@paragoncoffee.com

Traffic Department:
Juan Tacuri, ext 20 traffic@paragoncoffee.com
Kerry Sullivan, ext 21 traffic@paragoncoffee.com

Chief Financial Officer: Sam Berger, ext 26 sam@paragoncoffee.com

Accounting:
Connie Bustelo, connie@paragoncoffee.com
Maria Blanco, ext 24 maria@paragoncoffee.com
Joshua Finley, ext 23 joshua@paragoncoffee.com

Administration:
Catalina Acevedo, ext 10 catalina@paragoncoffee.com
June Ng Tiburzi, ext 11 june@paragoncoffee.com

Sample Room Manager:
Andrew Joelson, ext 27 andrew@paragoncoffee.com

Telephone: 914-949-2233
FAX: 914-949-1211
Postal address
445 Hamilton Avenue
White Plains, New York 10601

General Information: mailbox@paragoncoffee.com
Sales: trading@paragoncoffee.com
Webmaster: mailto:john@tiburzi.com

Sumber Berita:

  • http://fadilconnoisseurcoffee.blogspot.com/2011/05/ekspor-kopi-pertama-papu-ke-amerika.html?spref=fb
  • http://papuacoffees.com/news/read/ekspor-pertama-ke-usa-2010.html
Categories
Bisnis Kopi

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor Nikmatnya Kopi Arabica asal lembah Baliem Papua memiliki cirri khas tertentu dibandingkan dengan kopi lainnya। Lembah Baliem merupakan daerah tempat tinggal Suku Dani। Masyarakat adat yang diperkenalkan ke dunia luar sebagai petani pejuang. Mereka hidup bertani, namun gemar berperang. Kopi Baliem ini adalah kopi papua jenis arabika. Kopi yang memiliki ciri khasnya arabika, karakter rebusannya asam, agak berbeda dengan karakter rebusan kopi robusta yang lebih pahit. Tidak terlalu pahit karena memang arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibanding robusta. Head of Cooperative KSU Baliem Arabica; Selion Karoba mengungkapkan, September 2012 mendatang, pihaknya akan mengekspor kopi ke Amerika 18 ton. Tahun ke tahun hasil produksi kopi di Pegunungan Tengah Papua terus meningkat, pertama kita ekspor 12 ton, kemudian 14 ton dan 16 ton, selanjutnya September 2012 kita kirim ke Amerika 18 ton,ujar Selion Karoba kepada Harian Pagi Papua, di Wamena.

Pada tahun 2000 untuk luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya tercatat 3.076 hektar, yang merupakan hampir setengah (42,7 persen) dari luas total (6.208 hektar) areal perkebunan kopi Provinsi Irian Jaya. Perkebunan yang keseluruhannya milik rakyat ini tersebar di Kecamatan Tiom, Bokondini, dan Asologaima. Produksi kopi Jayawijaya yang juga diekspor ke Singapura, Jepang, dan Australia ini, besarnya 316,30 ton atau setara dengan hampir setengah produksi kopi provinsi yang besarnya 740,3 ton.Selain ke Amerika lanjut Selion, pihaknya juga akan mengirim kopi ke sejumlah tempat seperti Friport dan Jakarta. Mengenai harga kopi, Selion Karoba mengatakan, harga kopi ditentukan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) KSU Baliem Arabica, dimana tahun ini harga pembelian kopi dari petani Rp 6.000 per liter.

Categories
Berita Perusahaan

KSU Baliem Arabica hadirkan situs company profile Koperasi dan SCAP

KSU Baliem Arabica.com meluncurkan Website Company Profile: PapuaCoffees.com untuk website Kopi di Tanah Papua dalam bahasa Inggris dan kopipapua.com/ sebagai situs kopi Papua dalam versi Melayu (Indonesia) produk dari KSU Baliem Arabica. Situs ini diharapkan memberikan informasi kepada konsumen dan para penikmat, petani kopi dan pengusaha di dunia perkopian

Situs kopipapua.com/ dan PapuaCoffees.com ini berfungsi mempromosikan perusahaan KSU Baliem Arabica yang merintis organisasi industry Specialty Coffee Association of Papua (SCAP).

Produsen Kopi di Tanah Papua diundang untuk bergabung ke SCAP (Specialty Coffee Association of Papua) dengan cara mendaftarkan diri ke info@coffea.biz

Terimakasih.

 

 

KSU Baliem Arabica

  • info@baliemarabica.com
  • info@papuacoffees.com
  • info@kopipapua.biz
  • info@coffea.biz
  • info@coffea.asia
  • info@arabika.biz
  • info@arabika.asia
  • info@kopipapua.biz
  • info@kopiwamena.com
  • info@buah.biz
  • info@buahmerah.com
  • info@baliembluecoffee.com

 

Categories
Cerita Kopi

Kopi Torabica Siap Ditantang Kopi Papuabica

Kanal: Wisata, Wikimu.com, Rabu, 22-08-2007 08:58:32 oleh: Engelbertus Pr Degey

Ini berita menarik bagi pecandu kopi. Melalui Yayasan Bina Mandiri Utama (Yabimu), sudah mulai mempersiapkan berbagai hal guna mengangkat kopi arabica asli dari Papua untuk diekspor keluar Papua. Namanya pun sudah diberikan, Papuabica, begitupun logonya sudah dirancang oleh Frans X Wakei.

Direktur Yabimu, Ambrosius Degey, SH belum lama ini di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan nama dan logo untuk ditawarkan kepada lembaga nirlaba asal Inggris, Oxfam Great Britania. Bila disepakati bersama, maka nama itu tetap akan digunakan sebagai nama asli kopi Papua yang sebelumnya lebih terkenal dengan nama, Kopi Murni Moanemani.

Kopi Murni Moanemani yang dikelolah Y-P5 sempat macet, dan potensi tersebut dilirik YABIMU dan ditawarkan kepada lembaga donator agar mendapat dukungan agar kopi asli gunung Papua itu bisa diproduksi kembali. Bagi setiap orang yang pernah mengkonsumsi kopi tersebut, akan menilai sendiri perbedaan rasanya.

Lanjut Ambros, program tersebut telah menjadi pilot project Oxfam dan akan menjadi proyek percontohan di tanah Papua. Program tersebut sudah mendapat dukungan penuh dari Wakil Gubernur Provinsi Papua, Alex Hesegem, SE. Alasannya, program tersebut ikut membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan perekomonian rakyat dengan membantu memasarkan kopi milik masyarakat kecil di kampung-kampung (dusun-dusun) tanah Papua.

Hanya saja, menurut Ambros, pemerintah provinsi tidak bisa berbuat apa-apa membantu sedikitpun karena APBD sudah selesai dan bila memungkinkan pada tahun anggaran berikut pemerintah akan mendukung berupa finansial. Tetapi khusus kepada pemerintahan kampung, menurut Wagub, dalam waktu dekat akan menyalurkan dana 100 juta rupiah per kampung. Diharapkan dengan dana itu, terutama masyarakat petani kopi, agar kepala kampungnya mau menggalakkan pertanian kopi selagi ada dukungan dari lembaga dunia untuk membantu memasarkan kepada konsumen.

Selama ini sajian kopi yang terkenal di tanah Papua adalah Kopi Murni Moanemani. Kopi yang digiling oleh Yayasan P-5 Moanemani ini menjadi laku di pasaran, karena kadar aroma kopine (arabika)-nya sangat tinggi. Tidak seperti kopi buatan pabrik lain atau kopi impor. Agar laku, sering kopi impor meniru cap / lebel Kopi Murni Moanemani, tetapi rasanya tetap beda. Hanya saja upaya P-5 Moanemani ini tidak mendapat dukungan sehingga Yabimu-Oxpam mencoba membangkitkan dengan cara mengumpulkan kopi dari masyarakat dan membantu memasarkan kepada konsumen.

Lanjut Ambros, jalur pemasaran akan dicoba lewat Enarotali – Kabupaten Paniai. Karena dari sisi transportasi, Kamuu-Mapia ke Enarotali sangat dekat dan bisa dijangkau dengan biaya murah. Kedua, karena dari Enarotali lebih mudah dipasarkan ke Nabire, Sugapa, Timika atau langsung ke Ibukota Provinsi Papua.

Dikatakan, Oxfam sendiri sedang membangun kantor perwakilan di tanah Papua, tepatnya di Jayapura. Dengan adanya kantor perwakilan ini, Oxfam akan menggalakkan berbagai kegiatan pembangunan yang pada prinsipnya membantu pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang berada di kempung-kampung.

Data Papuapos, selain membantu menggalakan perekomonian daerah, Yabimu juga sering melakukan pendampingan di bidang perkoperasian. Salah satu upaya di bidang kemanusiaan adalah, pasca gempa melanda kota Nabire dan sekitarnya, Yabimu gandeng UNDP membangun sejumlah TK dan SD yang hancur berantakan oleh Gempa.

sumber foto: blog.chosun.com

Sumber: PAPUACoffees.com

Categories
Berita Perusahaan

Website Specialty Coffee Association of Papua telah diluncurkan

kopipapua.com/ dan PapuaCoffees.com sebagai situs industri Specialty Coffee Association of Papua (SCAP) dari KSU Baliem Arabia secara resmi meluncurkan websitenya yaitu http://papuacoffees.com. Misi utama PapuaCoffees untuk SCAP adalah :

Sebagai turunan dari The Specialty Coffee Association of Indonesia, SCAP menyediakan forum efektif, menyatukan semua pelaku industri yang terlibat dalam penanganan kopi spesial dari Tanah Papua mulai dari Sorong sampai Samarai, untuk memajukan dan menetapkan standar penanaman, ekspor, dan penjualan eceran kopi spesial Papua.

Menjadi organisasi jaringan industri kopi di tanah Papua dengan membangun jaringan dan kebersamaan dalam usaha pengembangan dan perdagangan Kopi dalam bidang keahlian, pengalaman dan finansial.

Menjadi jaringan terdepan dalam memberikan gagasan konsep dan pembimbingan terhadap pengembangan dan perdagangan kopi produk Tanah Papua.
Memberikan layanan terbaik dan kualitas produk dengan support yang handal dan cepat kepada pelaku usaha kopi di Tanah Papua.

Dengan diluncurkannya Website ini, diharapkan ke depannya PapuaCoffees.com menjadi lebih maju dan terdepan dalam