Categories
Berita Perusahaan

KSU Baliem Arabica Hadir di Indonesian Coffee Festival 2013

KSU – Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica Hadir dalam Festival Kopi Indonesia (Indonesian Coffee Festival) 13-15 September 2013

Menanggapi Undangan resmi dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia No. 288/TU.22d6.2.4/2013, tertanggal 27 Agustus 2013 perihal “Undangan Business Forum 2013” dengan agenda kegiatan “International Business Forum for Special Product” yang dirangkaikan dengan Indonesian Coffee Festival, maka walaupun terdapa berbagai kekuarangan di sana-sini KSU Baliem AraBICA Distributor Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ikut meramaikan kegiatan Festival dimaksud dengan apa yang dapat ditunjukkan kepada pengusaha dan penikmat kopi yang hadir dalam acara ini.

KSU Baliem Arabica dengan trademark produknya Baliem Blue Coffee dan telah mendapatkan perhatian khusus mulai dari kementerian sebagai penyelenggara kegiatan ataupun para pengunjung, dan bahkan para supir yang mengankut pegawai KSU-pun ikut meramaikan kegiatan dimaksud dengan mambawa nama Baliem Blue Coffee. Baliem Blue Coffee hadir dengan Baliho, Standing Banner, Brosur dan Sticker, di mana sticker yang berjumlah 500 potong telah terbagi habis.

Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Anggota Koperasi (RUA) Tahun 2012 untuk memfokuskan penjualan Kopi produksi Koperasi ke pasar domestik dan mengupayakan trademark dan branding BBCoffee sebagai produk unggulan Tanah Papua yang selama ini diperjuangkan oleh KSU Baliem Arabica dengan berbagai upaya perbaikan kinerja dan hasil produksi, maka Kantor Distributor Jawa Tengah dan DI Yogyakarta telah dengan sukses memperkenalkan BBCoffee kepada sejumlah pengusaha dan penikmat kopi di Indonesia.

Dari berbagai diskusi dan pertanyaan disimpulkan bahwa minat masyarakat Kopi Indonesia untuk menikmati Kopi Wamena sangat tinggi dan masa ini ialah masa emas bagi Kopi Papua. Oleh karena itu, perlu disambut oleh pengusaha Kopi di Tanah Papua dengan berbagai upaya meningkatkan mutu produksi dari sisi pemilihan/ sortir Kopi dan pengolahan (processing) produk baik Green Bean, Roasted Bean ataupun Kopi Bubuk Baliem Arabica, disertai perbaikan jenis dan ukuran paket yang dipasarkan.

Kopi Wamena kini berada pada era emasnya, banyak disebut-sebut, banyak dicari-cari, dan banyak yang bertanya-tanya. Dari kementerian sendiri secara gamblang dalam aliea penutup press release sebagai sambutan pembukaan acara ini dinyatakan secara jelas dan tegas:

“…mengingatkan bahwa pentingnya branding bagi kopi asal Indonesia. Kopi Wamena contohnya. Pengamat kopi dunia berpendapat bahwa kopi Wamena adalah salah satu kopi terbaik di dunia. Tiga kata, branding, branding, branding!”

Maksudnya ialah Kopi Wamena harus memiliki merek dagang (Branding) yang jelas dan tegas sehingga Kopi Wamena tidak disebut secara acak sebagai Kopi Papua, Kopi Wamena Papua atau Kopi Wamena, tetapi perlu memiliki branding yang jelas. Sebagai jawabanya KSU Baliem Arabica hadir dengan branding Baliem Blue Coffee, yaitu Blue Coffee kedua setelah Jamaica Blue Mountain Coffee yang terkenal di dunia perkopian.

Dari kesan-pesan dan kesimpulan untuk tindak lanjut (sebagaimana terlampir) dapat dilihat bahwa dari sisi mutu produk Green Bean KSU Baliem Arabica telah banyak dibantu oleh kondisi geografis yang sangat cocok untuk Kopi Arabica sehingga perlu diimbangi dengan kinerja pemrosesan kopi dari pengeringan sampai sortir sehingga terpilih kopi dengan jenis dan ukuran yang bervariasi. Disamping itu perlu diupayakan kemasan yang bervariasi dengan patokan harga yang berdayasaing (tidak terlampau mahal sehingga memberatkan pembeli dan juga tidak terlampau murah sehingga merugikan koperasi).

Dari hasil kegiatan ini juga disimpulkan bahwa para staff distributor KSU Baliem Arabica di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta perlu mengikuti berbagai kegiatan perkenalan dengan Kantor Pusat dan kegiatan-kegiatan terkait dengan kopi seperti kursus, workshop dan sejenisnya sehingga dapat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup agar mampu dimanfatkan dalam dunia usaha Kopi di Tanah Papua, di Indonesia dan di dunia.

Update Kegiatan 13-15 September 2013

Dicopy dari PAPUACoffees.com

Categories
Bisnis Kopi

Papua Kembangkan Kopi Arabika Dan Cokelat

Mulia Ginting Munthe Senin, 15/07/2013 15:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan dua komoditas unggulan dari bumi Papua yang dilaksanakan melalui pendekatan program one village one product , yakni kopi arabika organik dan cokelat.

Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menjelaskan optimalisasi komoditas kopi dan cokelat itu mengedepankan peranan koperasi di wilayah ini.

”Kedua unit koperasi yang diberi kepercayaan menjadi koordinator adalah Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabika di Jayawijaya dan KSU Namblong Indah Mandiri di Kabuoaten Jayapura,” katanya kepada Bisnis, Senin (15/7/2013).

Setelah kedua komoditas tersebut ditetapkan sebagai unggulan Provinsi Papua, Kementerian Koperasi dan UKM menginginkan terjadi sinergitas antara pemerintah provinsi dengan seluruh perangkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sinergi pengembangan kedua komoditas itu dari hulu hingga hilir akan membuat kopi dan cokelat dari Papua bisa bersaing pada pasar nasional dan luar negeri. Kopi dan cokelat Papua harus menjadi kebanggaan masyarakatnya.

Menurut Wayan Dipta, banyak masyarakat yang terlibat mengembangkan kopi dan cokelat sehingga berpotensi meningkatkan kesejahteraan. “Kami berharap ada instruksi dari gubernur sebagai dasar pengembangan produk unggulan di Papua.”

Apalagi KSU Baliem Arabika memiliki visi untuk mewujudkan salah satu program pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kopi arabika bersertifikasi organik berstandar ekspor.

Menghasilkan kopi standar ekspor, kata Wayan, akan meningkatkan standar nilai jual di tingkat petani serta memiliki posisi tawar untuk memasarkan hasil produk mereka. Saat ini KSU Baliem Arabika memasarkan kopi dengan merk dagang Baliem Vlue Coffee.

”Pasarnya, a.l. telah masuk ke Amerika Seriklat, Belgia, Belanda, dan Jerman. Prestasi ini bisa diraih, karena produknya diperkuat dengan srtifikasi kopi organik, sertifikasi fair trade serta sertifikasi rain forest alliance,” tutur I Wayan Dipta.

KSU Baliem Arabika sudah mampu mengekspor secara mandiri, akan tetapi masih terkendala dengan pelabuhan yang masih mengandalkan masuk Makassar lebih dulu. Hal ini membuat biaya gudang meningkat jadi Rp70 juta per tahun.