Categories
Bisnis Kopi

Kopi asli Indonesia punya gengsi di mata asing

Reporter : Anisyah Al Faqir | Sabtu, 23 Januari 2016 10:15

strasi kopi luwak. ©shutterstock.com/Hasloo Group Production Studio
strasi kopi luwak. ©shutterstock.com/Hasloo Group Production Studio

Ilustrasi kopi luwak. ©shutterstock.com/Hasloo Group Production Studio

Merdeka.com – Bagi Anda penikmat kopi pasti tak asing lagi dengan Hawaian Cona, Panama Gheisha atau Blue Montain. Tiga kopi mendunia ini menjadi primadona di kalangan para penikmat kopi.

Namun, tahukah Anda, bahwa ada tiga jenis kopi yang tak kalah mendunia asal Indonesia? Adalah Sumatra Mandailing, Java Mocca dan Toraja Kalofi, tiga jenis kopi yang namanya sudah dikenal penikmat kopi dunia. Ketiga kopi ini memiliki karakteristik yang berbeda dan sulit ditemukan di luar Indonesia.

“Indonesia kaya akan jenis kopi. Karakter dan kepribadian dari tiap jenis kopi di Indonesia itu berbeda-beda,” kata Asosiasi Ekspor-Impor Holikultura Indonesia Kafi Kurnia saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (22/1).

Sebagai pencinta kopi ia tahu benar rasa dari jenis-jenis kopi yang mendunia. Misalnya Toraja Kalofi. Jenis kopi ini memiliki rasa yang mirip dengan kopi asal Hawai, Hawaian cona. Rasa lembut dari kopi arabika ini digandrungi pecandu kopi asal jepang.

Seiring perkembangan waktu, kini muncul jenis kopi baru yang dikenal dengan single origin. Jenis kopi ini sangat spesifik dari suatu daerah yang tidak dicampur dengan jenis kopi lainnya. Misalnya Blue Lintong dari Sumatera Utara, Bali Kintamani dari Bali dan Papua Wamena dari Papua.

“Sesuai namanya, Blue Lintong, blue itu darah biru jadi kopi ini kopi ningrat. Kalau Bali Kintmani dikenal dengan endnote yang rasa diujung kopinya seperti rasa coklat,” cerita Kafi.

Berbagai kopi mendunia ini memang memiliki harga yang cukup menguras kantong. Namun cukup sebanding dengan cita rasa yang dihasilkan. Semakin langka kertersediaan suatu jenis kopi justru menjadi semakin dicari penikmat kopi. Artinya eksotisme karakteristik dan kepribadian kopi menjadi kunci dari harga secangkir kopi. Meskipun, tangan seorang barista juga tak bisa dipungkiri memegang peran vital dalam meracik secangkir kopi mahal.

Baginya, sudah sepatutnya pemerintah mematenkan Indonesia sebagai Surga Kopi Dunia. Sayangnya, pemerintah gagal dalam memanfaatkan momentum tersebut untuk mendeklarasikan surganya kopi itu di Indonesia.

“Kalau saja jadi pemerintah, saya akan bangun museum kopi Indonesia. Kita punya jenis-jenis kopi yang banyak variaetasnya,” tandasnya.

[rhm]

Categories
Bisnis Kopi

Cita Rasa Unik Petani Kopi Kecil Indonesia Dipuji di Norwegia

KAMIS, 21 JANUARI 2016 , 08:48:00 WIB

RMOL. Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo bekerja sama dengan Yayasan GreenIndonesia dan Norwegian Coffee Association (NCA) memperkenalkan 4 jenis kopi arabika kepada ekspertise kopi Norwegia di kantor NCA, Oslo, Selasa (19/1).

Kopi-kopi yang diperkenalkan arabika jenis single origin yang dihasilkan para micro roaster dari kebun petani-petani kecil di bawah jejaring Yayasan GreenIndonesia, organisasi yang berupaya membantu pemerintah dalam mengangkat kesejahteraan hidup masyarakat kecil. Kopi-kopi yang dimaksud yaitu Arabica Java Preanger (GreenIndonesia), Arabica Mandailing (GreenIndonesia), Arabica Mt. Arjuna (Javaroma), danArabica Garut (Mahkota Jawa Coffee).

Duta Besar RI untuk Norwegia di Oslo Yuwono A. Putranto, seperti diinformasikan Fungsi Pensosbud KBRI Oslo, menyampaikan acara promosi kopi ini mendapatkan perhatian yang cukup spesial dari pelaku industri kopi di Norwegia.

“NCA sebagai tuan rumah kegiatan memberikan dukungan yang besar. NCA juga telah membantu menghadirkan wakil-wakil dari perusahaan, importir, coffee house papan atas Norwegia (diantaranya COOP, Solberg&Hansen, Kaffebreniet, Pals dan DGB), serta para pakar kopi lainnya,” kata Yuwono.

Chairman NCA Marit Lynes mengatakan tingkat kehadiran para pakar kopi di Norwegia pada acara promosi kopi Indonesia ini lebih besar dari dua kegiatan terakhir, yaitu kopi Brasil dan kopi Ethiopia. Faktor utamanya adalah sentimen ‘kerinduan’ atas kopi Indonesia yang pernah menjadi salah satu ‘raja’ di Norwegia, namun saat ini market share-nya hanya sekitar 1% dan bahkan kopi Vietnam berhasil mencapai sekitar 2% pasar kopi Norwegia.

Selain itu, Marit menyampaikan mengenai banyaknya keinginan untuk mencoba kopi dengan cita rasa lain dari kopi yang saat ini mendominasi Norwegia, yaitu dari Brasil, Kolombia, Peru dan Ethiopia.

Hasil dari coffee cupping adalah kesamaan pandangan akan keunikan rasa yang berbeda-beda antara jenis yang satu dengan lainnya. Hal ini dinilai sebagai satu kekuatan atau potensi besar untuk mengemas kopi Indonesia tersebut sebagai artisanal coffee di pasar Norwegia. Namun demikian, diamati bahwa cita rasa tersebut belum dibarengi dengan kecantikan penampilan dari biji kopi. Masih diperlukan upaya serius untuk meningkatkan packaging dan branding dari kopi Indonesia tersebut.

Wakil dari perusahaan Solberg &Hansen dan pakar kopi Alf Kramer terketuk untuk mendalami dan menawarkan pendapat ahlinya guna mengembangkan kesamaan kualitas antara rasa dan penampilan.

Perkenalan kopi Indonesia ke publik Norwegia ini merupakan salah satu upaya untuk menggenjot ekspor kopi ke Norwegia. Bagi KBRI Oslo, upaya promosi ini dapat dijadikan sebagai kegiatan awal bagi upaya promosi dan penetrasi kopi Indonesia di pasar Norwegia, tutur Dubes Yuwono.

Norwegia merupakan pasar kopi spesial,dengan masyarakatnya merupakan peminum kopi terbanyak per kapita nomor dua di dunia. Pasar Norwegia selalu memburu kopi-kopi dengan kualitas terbaik, dan kopi Indonesia dengan cita rasa uniknya mempunyai potensi yang sangat besar. Namun demikian, upaya untuk menembus pasar Norwegia yang sangat strictini perlu dibarengi dengan peningkatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Perwakilan RI di luar negeri.[dem]

Categories
Cerita Kopi

Calon Barista Papua Recruit KSU Baliem Arabica ke Tanah Papua per 13 Januari 2015

Pada tanggal 12 Januari merupakan hari bersejarah dalam sejarah Kopi Papua, secara khusus KSU Baliem Arabica lewat Unit Marketing & Sales PAPUAmart.com, karena pada hari ini berakhir proses magang, atau dalam pendekatan belajar-mengajar Papua sudah terkenal sejak nenek-moyang kita ialah datang, lihat, tiru, tanya, dengar, coba, yang hasilnya ialah sebuah proses “pengalaman”, yang dalam istilah metode belajar-mengajar modern kita sebut “learning by doing”. Tanggal 13 Januari ialah tanggal para calon Barista menuju Tanah leluhur, pulau New Guinea.

Dalam pelepasan ini, dengan keharuan yang penuh harapan, menatap ke masa depan Kopi Papua yang begitu cerah, Jhon Kwano melatunkan “Lee Ndawe”, yang dalam bahasa Indonesia ialah Kidung Ratapan,

“Ya Tuhan, Engkau tahu maksud hati kami, untuk datang dan belajar dengan melihat, meniru, bertanya, dan mencoba di sini. Pada hari ini, anak-anak kami sudah menyelesaikan proses dimaksud. Kami tahu, bahwa perjalanan masih sangat, dan sangat jauh. Tetapi saya juga tahu bahwa tanpa proses ini, maka perjalanan yang sangat jauh itu tidak akan pernah saya dan KSU Baliem Arabica tempuh.

Engkah tahu, kami bukanlah orang tua dengan latar-belakang pengusaha. Kami sendiri lahir di zaman batu, ya Tuhan. Dan kami sekarang harus berjuang di era pascamodern. Kami tidak dapat mengharapkan siapapun datang membantu, kami harus bangkit, menyambut dan merebut masa depan yang tersedia. Kalau tidak, ya Tuhan, Engkau tahu, kami akan tertinggal. Kami akan disebut manusia zaman batu, manusia telanjang, manusia miskin, manusia kolot, manusia bodoh. Kami ciptaan-Mu, Tuhan! Kami tahu semua julukan dan anggapan ini meremehkan diri-Mu Pencipta kami. Kami berjuang untuk menutup kekurangan dalam kesempurnaan, demi masa depan orang Papua dan Tanah Papua, yang lebih maju dan berdaya-saing.

Biarlah semua orang Papua, pejabat, pegawai, pengusaha kecil dan besar, ibu dan bapak, kecil dan besar, tua dan muda, di kota dan di kampung, di hutan dan di luar tanah Papua, semua memahami dan maju selangkah dalam irama yang sama, bahwa kemajuan tanah Papua tidak ditentukan oleh Sukarno, Suharto, Habibie, Gus Dur, Mega, SBY, ataupun Jokowi. Semuanya tidak! Kami tahu, maju-mundurnya Tanah Papua ditentukan oleh kami orang Papua sendiri. Itu nubuat, dan itu realias hari ini, itu pula realitas yang kami lihat akan terwujud besok.

Dalam merayakan realitas mendatang itu, kami-pun mengambil langkah-langkah dalam segala kelebihan dan keterbatasan kami. Tuhan, kami hanya berjuang, Engkau-lah yang melengkapi dan menyempurnakan. Gerakanlah semua orang lain di pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Bali, pulau Borneo dan pulau Sulawesi, untuk memberikan dukungan moril dan doa.

Engkau tahu, kami tidak butuh dianak-emaskan atau diperlakukan khusus, kami tidak mengemis dan kami tidak mengeluh. Yang kami lakukan saat ini ialah memicu kebangkitan orang Papua sendiri mengejar ketertinggalan. Kami punya mimpi, membangun “Kerajaan Kopi Tanah Papua, yang megah dan perkasa!” bukan sebagai simbol kesombongan dan kebanggaan kami, bukan sebagai bukti Tanah Papua sebagai sorga kecil yang jatuh ke Bumi, bukan sebagai tanda Papua itu kaya. Bukan semuanya ini Tuhan. Ini hanyalah tanda, ya, tanda, bahwa kami ciptaan-Mu, kami anak-anak-Mu, dan kami hadir untuk memuliakan realitas itu saja, tidak lain.

Berkati mereka, engkau tahu nama mereka, engkau tahu rumah-tangga mereka, pribadi mereka, keluarga besar mereka. Engkau tahu pergumulan hidup mereka. Engkau tahu usaha cafe mereka di tengah persaingan ketat di Era MEA ini. Engkah kunjungi dan berkati mereka satu per satu. Pemilik cafe, para tutur, pelatih dan pembimbing anak-anak kami, calon Barista Papua.

Dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamat! Amin!

Dalam cucuran air mata, doa inipun diakhiri. Ini bukan air mata buaya, bukan air mata kesedihan dan mengemis kepada Tuhan. Tetapi inilah airmata Ucapan Syukur! kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tuhan Pelindung Kita semua, Pohon Berkat! Ini air mata harapan, air mata kebahagiaan, karena satu dari sekian pintu telah terbuka bagi Tanah Papua, pintu memasuki Kerajaan Kopi Tanah Papua.

Kwano mengatakan magang seperti ini akan terus digiatkan sepanjang tahun 2016. Menurutnya, “Kalau Tuhan berkehendak, Tahun 2017 kita bicara tentang Baliem Blue Coffee sebagai sebuah product yang sudah siap masuk ke jaringan bisnis kopi di seluruh dunia.”