Categories
Bisnis Kopi

Yang Perlu diperhatikan dalam Meracih Hose Blend

Kumpulan petunjuk dari ahli mengenai hal-hal yang penting diperhatikan untuk membuat house blend pada kedai kopi.

HOUSE blend bisa dibilang salah satu menu signature dari sebuah kedai kopi. Kopi bisa berasal dari origin mana saja, menu-menu kopi pun bisa terinspirasi dari negara apa saja, namun house blend adalah menu yang menjadi ciri khas dari kedai kopi itu sendiri. Kenneth Davids dari Coffee Review menjelaskan tentang konsep house blend secara rinci: “House blend adalah plesetan istilah dalam dunia kopi. Konsep ini mengacu kepada sesuatu yang spesifik dan terpercaya, mirip dengan istilah house wine. House blend juga berarti sesuatu yang khas dan tidak biasa namun tetap mengandung unsur lokal. Menu ini tidak akan dijumpai dimanapun kecuali hanya di ‘rumah’ —di kedai kopi— itu saja.”

Maka sebelum menentukan dan meracik house blend yang akan menjadi ciri khas dari kedai kopi, ada beberapa hal penting yang perlu disimak. Karena seperti halnya menyeduh, meracik campuran kopi yang akan dijadikan sebagai signature yang mewakili sebuah kedai pun memerlukan formula khusus yang tidak sembarangan. Stephen Leighton, roaster dari Has Bean Coffee Stafford menjelaskan poin-poin krusial yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut:

▪ Tujuan/hasil akhir yang ingin dicapai

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat house blend adalah hasil final yang ingin dicapai. Sebelum kopi itu pada akhirnya diseduh dan dirasakan, adalah penting untuk memikirkan tujuan dan objektifitas dari kopi itu sendiri. Apa karakter spesifik dan rasa tertentu yang ingin ditonjolkan melalui coffee blend tersebut? Apa keistimewaannya? Dan seterusnya. Jika kita telah memikirkan pertimbangan-pertimbangan ini, maka langkah berikutnya pun akan dapat ditentukan dengan mudah. Misalnya seperti menentukan proporsi yang tepat antara acidity, sweetness dan body sesuai dengan yang dibutuhkan.

house blend (1)
Melakukan uji citarasa kopi penting dilakukan untuk mengetahui karakter kopi yang akan di-blend.

▪ Memeriksa persediaan beans yang ada dalam kedai

Karena tidak mungkin mencampurkan biji kopi yang tidak ada dalam inventori kedai. Mengetahui dan melakukan proses uji citarasa (cupping) sebelumnya pun mutlak diperlukan agar tahu bagaimana karakter masing-masing biji kopi yang ingin di-blend. Singkatnya, untuk meracik sebuah coffee blend kita harus memerhatikan keunikan masing-masing biji kopi, bagaimana mereka saling melengkapi satu sama lain dan apa yang akan dibawa masing-masing campuran ini pada saat di-blend bukan hanya soal rasa tapi juga detail terkecilnya seperti faktor mouthfeel, aroma dan kompleksitas flavor-nya.

macam-macam single origin kopi
Memeriksa persediaan jenis-jenis kopi dalam inventori kedai pun cukup krusial.

▪ (Sebaiknya) blend dengan tidak lebih dari 4 jenis kopi

Bukan hanya Stephen, tapi beberapa roaster dunia lainnya pun menyarankan agar house blend tidak dicampurkan dengan lebih dari 4 jenis kopi. Semakin banyak campurannya maka akan membuat karakter coffee blend itu semakin rumit, bahkan bisa mengurangi “tujuan” dari coffee blend yang ingin dicapai di awal.

▪ Mesin dan peralatan yang digunakan

Meski terlihat sepele, namun mesin kopi yang digunakan untuk menyangrai dan menyeduh juga berpengaruh. Sekadar pertimbangan, kopi yang sama jika disangrai dan diseduh pada mesin yang berbeda pun seringkali –meski tidak selalu– bisa memberikan perbedaan rasa pula. Karenanya, blend yang ditujukan untuk pemakaian komersil seperti untuk mesin Synesso, misalnya, tentu akan berbeda dengan blend yang ditujukan untuk konsumsi rumahan dengan menggunakan Baby Gaggia.

menyangrai-biji-kopi
Sebaiknya satu alat kopi yang sama untuk membuat house blend.

Semacam catatan:

menyangrai-biji-kopi
Sebaiknya satu alat kopi yang sama untuk membuat house blend.

Pertimbangan lain yang juga perlu diperhatikan sebelum meracik house blend adalah “faktor penentu” dalam rasa kopi yang dihasilkan. Misalnya faktor sweetness, acidity dan body. Sebagai rekomendasi untuk melihat karakter dominan dari kopi bisa disimak sebagai berikut:

Sweetness: (kopi-kopi) natural process, Ethiopia, Costa Rica, El Salvador

Body: Sumatera, Brazil, Colombia

Acidity: Kenya, Ethiopia, honey process

Demikianlah berbagai tips tentang bagaimana meracik house blend, semoga berguna. Selamat meracik kopi!

Foto-foto diambil dari Flickr (Pamela Ocampo), Tumblr (blackoakcoffee, yourcoffeeguru) dan situs pencari. Referensi juga diambil dari hasil wawancara dengan roaster Otten Coffee.

Categories
Bisnis Kopi

Kopi Spesial Asli Indonesia Dipromosikan di Dublin

TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia mempromosikan kopi spesial dari daerah-daerah, seperti Gayo, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Flores, dan Papua dalam ajang World of Coffee Expo Dublin 2016 di Dublin, Irlandia, 23-25 Juni 2016.

Keduataan Besar Rerublik Indonesia Brussel dan KBRI London mendukung Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) mengajak para pembeli Eropa menikmati kopi-kopi spesial dan berkelanjutan asal Indonesia dalam ajang tersebut.

Dari Indonesia, ada 16 perusahaan atau eksportir kopi Indonesia, termasuk koperasi petani kopi dan AKSI, yang membawa produk kopi unggulan dan mengadakan cupping (penilaian rasa kopi) untuk para pembeli setiap hari selama tiga hari pameran.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Rizal Sukma mengatakan Eropa merupakan pangsa pasar terbesar bagi kopi Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, dua perwakilan RI di luar negeri, beberapa kementerian, dan asosiasi kopi, diharapkan promosi kopi Indonesia lebih kuat, dan lebih luas, sehingga pada akhirnya ekspor kita juga lebih besar,” katanya dalam siaran pers kedutaan.

“Melalui kopi, kita juga bisa menampilkan keberagaman Indonesia,” ujarnya.

Siaran pers kedutaan menyebutkan bahwa sebagian negara konsumen kopi utama ada di Eropa, termasuk di antaranya Belanda, Finlandia, Swedia, Denmark, Jerman, Slovakia, Ceko, Polandia, Slovenia, Belgia, Prancis, Spanyol, Inggris, Italia, dan Irlandia.

Dalam diplomasi kopi, para pemangku kepentingan mengedepankan edukasi dan pembaruan informasi kepada para pembeli mengenai proses budi daya dan pengolahan kopi yang berkelanjutan, indikasi geografis, peningkatan nilai tambah, dan mekanisme perdagangan berkelanjutan.

Mereka juga mengajak para pembeli Eropa bertemu dengan para petani dan mengunjungi perkebunan kopi di Indonesia, seperti yang baru-baru ini dilakukan untuk para pembeli dari Portugal.

Selain pameran di Dublin, kopi Indonesia juga rencananya dipromosikan di London Coffee Festival dan 2017 World Coffee Expo di Budapest, Hungaria.

Categories
Bisnis Kopi

RI Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, Harga Dikendalikan Amerika dan Inggris

http://economy.okezone.com/, Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 19:31 wib

JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Bahkan, untuk kopi robusta, Indonesia saat ini menduduki peringkat tiga eksportir terbesar di dunia dengan kualitas terbaik.

Namun, saat ini Indonesia masih belum dapat menentukan sendiri harga kopi pada tingkat perdagangan global. Padahal, menurut Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Pranoto Soenarto, saat ini kopi Indonesia telah diekspor 400.000 ton per tahun.

“Produksi kopi di Indonesia itu mencapai 600.000 ton per tahun, 400.000 ton itu impor. Malahan kita itu adalah eksportir kopi nomor 4 di dunia. Tapi belum bisa menentukan harga,” jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Saat ini, lanjutnya, harga kopi robusta dikendalikan oleh bursa berjangka di London dan kopi arabica dikendalikan bursa berjangka di New York. Hal ini pun dikemukakan oleh pengusaha eksportir kopi. Pasalnya, negara tersebut bukanlah merupakan penghasil kopi namun justru berhasil menentukan harga kopi.

Keadaan ini berdampak pada rendahnya harga kopi. Padahal, saat ini jumlah produksi kopi telah menurun.

“Makanya saya mau masukkan ke bursa di Jakarta agar harga kopi kita tinggi,” jelasnya.

Pemerintah saat ini tengah berencana untuk melakukan perdagangan kopi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Diharapkan, nilai jual kopi akan meningkat dan Indonesia dapat menentukan harga kopi tanpa harus bergantung kepada negara lain.

Ditargetkan, dalam tiga bukan mendatang harga kopi telah meningkat dari saat ini sebesar USD1.600 per metrik ton di bursa London menjadi lebih tinggi lagi dengan menjualnya dari bursa Jakarta.

(dni)

Categories
Bisnis Kopi

Rajai Kopi Dunia, Indonesia Berharap Bantuan Vietnam

http://economy.okezone.com/, Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 19:20 wib

JAKARTA – Posisi Indonesia saat ini terus menurun dalam produksi kopi global. Bahkan, saat ini kopi robusta di Indonesia telah berada pada posisi tiga dari sebelumnya berada pada peringkat pertama. Untuk itu, pemerintah berencana untuk meningkatkan nilai jual kopi di Indonesia.

Salah satunya adalah dengan menjual kopi melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Namun, saat ini BBJ masih dikuasai oleh broker asing. Padahal, seharusnya Indonesia juga turut serta dalam perdagangan kopi tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengungkapkan, saat ini perlu dukungan dari Vietnam agar kopi di Indonesia dapat kembali bersaing menjadi kopi terbaik di dunia. Vietnam pun diharapkan dapat masuk ke dalam BBJ agar meningkatkan daya saing Indonesia dalam hal produksi kopi.

“50 persen saja Vietnam masuk ke sini dan ke London, kita bisa meningkatkan penjualan,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Indonesia kini memang telah berjuang untuk kembali ke posisi puncak dalam hal produksi kopi pada tingkat global. Pasalnya, untuk kopi robusta Indonesia kini telah berada posisi tiga, turun dua peringkat dari sebelumya pada posisi pertama.

(dni)

Categories
Bisnis Kopi

Tingkatkan Nilai Kopi, Kemendag: Jangan Cuma Diaduk Saja

Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 17:04 wib

JAKARTA – Kopi Indonesia saat ini telah menjadi primadona dunia internasional. Pengalaman Indonesia dalam menanam kopi sejak zaman Hindia Belanda telah menyebabkan kualitas kopi di Indonesia berhasil menyaingi kopi-kopi dari negara-negara di Amerika dan Timur Tengah.

Namun, saat ini nilai jual kopi di Indonesia masih rendah. Masyarakat pun belum dapat menjadikan kopi sebagai sumber peningkatan perekonomian.

Untuk itu, saat ini pemerintah akan mencoba memberdayakan anak muda untuk dapat mengolah kopi guna memiliki nilai jual lebih. Salah satunya adalah dengan proses pembuatan kopi yang menarik bagi konsumen.

“Sekarang lifestyle-nya berubah. Cara menyajikan kopinya yang berubah. Itu yang sekarang dibuat. Jadi anak-anak muda yang kreatif kita bina,” jelasnya dalam acara diskusi perkopian nasional di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

(Baca Juga: Kopi RI Terbaik di Dunia, Petani Tak Kunjung Sejahtera)

Anak muda pun dituntut untuk dapat kreatif agar kopi di Indonesia memiliki nilai jual tinggi. Diharapkan, kopi nantinya dapat mengurangi jumlah penggangguran di Indonesia.

“Bagaimana menyajikan kopi bukan cuma diaduk aja. Ada macam-macam, padahal rasa kopinya sama,” tukasnya.

Untuk diketahui, perdagangan kopi nantinya juga akan lebih didorong untuk dilakukan melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Diharapkan, harga kopi dapat semakin melejit, khusunya harga kopi asal Indonesia yang telah menjadi produsen utama di dunia.

(dni)

Categories
Bisnis Kopi

Kopi Indonesia Terancam Terlibas Ethiopia

http://economy.okezone.com/, Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 18:55 wib

JAKARTA – Indonesia selama ini telah menjadi salah satu bidikan dunia internasional dalam hal produksi kopi. Pengalaman Indonesia dalam menanam kopi sejak zaman Hindia Belanda hingga saat ini telah menyebabkan petani kopi di Indonesia dalam menanam kopi dengan kualitas terbaik.

Saat ini, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengungkapkan, kualitas kopi Indonesia telah berada pada peringkat tiga dunia, khususnya untuk kopi robusta. Namun, saat ini Indonesia berada dalam ancaman kopi Vietnam yang menggeser kopi Indonesia yang sebelumnya berada pada peringkat satu dunia.

“Vietnam bisa gusur kita. Dulu robusta kita nomor satu sekarang nomor tiga,” jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Bahkan, apabila pemerintah tidak kunjung memperbaiki nilai jual dan hasil kopi di Indonesia, posisi kopi di Indonesia dapat dikalahkan oleh Ethiopia. Pasalnya, saat ini Ethiopia mulai memiliki manajemen penjualan kopi yang profesional.

“Kita sekarang juga bisa disalip oleh Ethiopia lho. Jangan salah. Kita terancam berada pada posisi kelima,” tegasnya.

Untuk itu, saat ini pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan nilai jual kopi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mencoba memberdayakan anak muda untuk dapat mengolah kopi guna memiliki nilai jual lebih.

Selain itu, perdagangan kopi nantinya juga akan lebih didorong untuk dilakukan melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Diharapkan, harga kopi dapat semakin melejit, khususnya harga kopi asal Indonesia yang telah menjadi produsen utama di dunia.

(dni)

Categories
Bisnis Kopi

Bisnis Kopi Papua, KSU Baliem Arabica dan PAPUAmart.com

Sejak tahun 2015, tepatnya pertengahan tahun lalu, bulan Mei 2015, telah dilakukan berbagai penyesuaian berarti dalam bisnis Kopi Papua. Penyesuaian utama dan terpenting dalam sejarah bisnis Kopi Papua ialah perombahan struktur organisasi dan jalur distribusi Kopi Papua.

Perombakan dimaksud sebagai tindak-lanjut dari kebijakan pembentukan Unit Marketing & Sales Kopi Papua yang telah didirikan tahun 2013, berkantor pusat di pulau Jawa: Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan pembentukan Unit Markting dan Sales KSU Baliem Arabica pada tahun 2013, maka secara otomatis pemasaran Kopi Papua berorientasi kadada konsumen dan pebisnis Kopi di Indonesia, sebuah perubahan yang berarti, karena pada tahun-tahun sebelumnya telah terjadi export kopi Papua secara berturut-turut sejak tahun 2009.

Setelah toko Online PAPUAmart.com didirikan tahun 2014, maka disusul dengan proposal kepada KSU Baliem Arabica untuk membentuk sebuah Minimarket PAPUamart.com di Tanah Papua

PAPUAmart.com dimaksudkan untuk melanjutkan fungsi dan tugas Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arabica, mempromosikan dan menjual Kopi Papua produk KSU Baliem Arabica kepada konsumen di Indonesia.

Perombahan cukup berarti yang terjadi pertengahan tahun 2015 dimaksudkan untuk menyelamatkan bisnis Kopi Papua karena banyak tengkulak dan mafia Kopi Papua. Menyusul strukturisasi Unit Marketing & Sales, maka dilakukan pembenahan di Gudang Produksi Kopi Papua.

Pada akhir tahun 2015, sejalan dengan peluncuran MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) maka KSU Baliem Arbaica juga membuka Gudang Kopi PAPUAmart.com di Jakarta.

Pada tahun 2016 ini diharapkan agar semua penjualan Kopi Papua dipusatkan dari Jakarta, sehingga dapat dibagikan secara merata di seluruh pulau Jawa dan Sumatera, sementara penjualan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dilakukan dari Yogyakarta, dan penjualan ke Bali dan Sulawesi serta Borneo dilakukan langsung dari Tanah Papua.

Categories
Bisnis Kopi

Arah Bisnis Kopi Papua: Memenuhi Permintaan di Indonesia sampai 100%

Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano
Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano

KSU Baliem Arabica sebagai produsen Kopi Papua, dan exportir tunggal Kopi Papua menyampaikan kepada seluruh penikmat dan pengusaha Kopi di Indonesia bahwa untuk panen tahun 2016 ini akan difokuskan untuk memenuhi permintaan Kopi Papua yang ada di Indonesia secara 100%, artinya kami upayakan untuk memenuhi semua permintaan kopi Papua yang ada di Indonesia.

Menurut Kepala Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arbabica (Direktur PAPUAmart.com), Jhon Yonathan Kwano, kami dari Petani Kopi Papua, yang adalah Masyarakat Adat Papua di Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Jayawijaya dan Tolikara telah mengambil keputusan utnuk memenuhi permintaan kopi di Indonesia sebelum berbicara mengenai pengiriman Kopi Papua ke pasar di Asia atau Amerika Serikat.

Menurut Kwano alasan utama fokus produksi Kopi Papua untuk pemenuhan kebutuhan di pasar di Indonesia ialah kapasitas produksi Kopi Papua standard export yang masih belum dapat dijamin dari sisi stabilitas total produksi.

“Kalau sudah mausk pasar global, maka kita harus pastikan berapa ton kami produksi setiap tahun. Kami tidak bisa masuk ke pasar internasional kalau produksi kopi Papua selalu naik-turun, antara 5 – 20 ton per tahunnya. Nanti kalau para pemain kopi Papua mengatur diri kami sendir di  tanah Papua sendiri, menyingkirkan para pemain yang tidak bermoral yang berkeliaran saat ini, itu baru kita akan dengan yakin masuk ke pasar global. Sebenarnya kita sudah masuk pasar global, tetapi dengan total produksi yang tidak stabil maka kita tidak dapat mempertahankan reputasi kita. jadi, persoalannya bukan dari sisi standard, atau kemampuan finansial dan administrasi, tetapi terutama dari sisi total produksi yang selalu berubah-ubah.”

demikiankata Kwano.

Masih menurut Kwano, pemasaran Kopi Papua difokuskan ke pasar Indonesia selain karena faktor total produksi yang tidak stabil, dari sisi bisnis, “pasar kopi di Indonesia sudah cukup menjanjikan, dikaitkan dengan jumlah kopi yang sanggup diproduksi oleh KSU Baliem Arabica. Oleh karena itu, kami memfokuskan diri kepada pasar di Indonesia dulu.,

Bukan itu saja, masyarakat Papua juga sudah semakin banyak meminum kopi. Banyak cafe telah dibuka di Jayapura saja dapat dikataan lebih dari 50 cafe sudah ada, belum lagi di seluruh kabupaten dan di provinsi Papua Barat. Ditambah lagi, KSU Baliem Arabica sendiri lewat BANANA Leaf Cafe telah membuka cafe-cafe dalam bentuk warung maupun meja kopi Papua di berbagia tempat di Tanah Papua sehingga banyak kopi yang dikonsumsi di Tanah Papua sendiri. Hal ini berakibat kopi yang dikirim keluar dari Tanah Papua sudah mulai berkurang.

Jhon Kwano melihat tidak lama lagi memang Kopi Papua akan diekspor ke pasar global, tetapi ia memperingatkan

BANANA Leaf Cafe, Cafe Kopi Papua
BANANA Leaf Cafe, Cafe Kopi Papua

Kita jangan punya pikiran kalau kopi grade A dan segala barang kualitas bagus orientasinya diekspor keluar. Kita harus rubah cara berpikir budak dan kaum terjajah. Kita harus minum kopi Grade A, standard export di Tanah Papua, kalau kita produksi kopi itu di sini. Kita sudah export emas, perak, tembaga, kayu, kakao, sekarang kualitas terbaik kopi juga ke pasar global, ini murni cara berpikir pengusaha mental budak.

Kita harus mampu memenuhi kebutuhan kopi di Tanah Papua. Semua penikmat kopi di Tanah Papua minum Kopi Papua Grade A, lalu kita penuhi permintaan kopi di Indonesia dalam bentuk Green Beans Grade A itu, setelah itu baru kita pikir tentang export ke negara dan bangsa lain.

Mental budak itu apa? Kalau tuannya senang, dia ikut senang. Dan kalau tuannya makan di meja, hambanya makan di luar meja. Tuannya makan yang inti, hambanya makan yang bekas dan yang tidak mau dimakan si tuan. Kami tidak menghitung nilai diri kita dari berapa ton kita export, tetapi berapa ton kita sendiri habiskan di tanah Papua dan di Indonesia.

Categories
Bisnis Kopi

Pemasaran Kopi Papua Difokuskan ke Seluruh Indonesia

Sejak tahun 2013, orientasi pemasaran Kopi Papua telah diarahkan ke pasar Indonesia, mengingat karena konsumen kopi di seluruh Indonesia menjamur, bukan bertumbuh cepat lagi. Dalam waktu kurang dari lima tahun saja, di semua kota di seluruh Indonesia, telah terdapat banyak cafe, bukan Warkop (Warung Kopi) tetapi Kedai Kopi dan Cafe.

Tidak hanya di Jawa, di Bali, Makassar, Manado, Medan, bahkan Jayapura sudah terdapat banyak kedai Kopi. Memang dari dulu Warkop jarang kelihatan di Tanah Papua. Sekarang bukan Warkop lagi yang muncul tetapi Cafe. Memang Tanah Papua dan orang Papua sudah banyak mengalami lompatan-lompatan dalam hidup. Dari tidak tahu tulis-menulis menjadi memegang Smartphone dan iPad, itukah sebuah lompatan dahsyat. Dari tidak ada Warkop sama sekali menjadi banyak Cafe menjamur di Jayapura. Ini juga lompatan.

Kebutuhan Kopi di Indonesia begitu besar, tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dibandingkan dengan produksi Kopi Papua secara total berkisar 50 ton per tahun. Walaupun hitung-menghitung berdasarkan ketersediaan lahan dan pohon yang ada bisa menghasilkan ratusan ton per tahun, faktanya tidak demikian. Apalagi kalau Koperasi Baliem Arabica menerapkan standarisasi Kopi Spesialti, maka banyak produk tidak masuk dalam kategori Papua Arabica Specialty Coffee.

Selama ini KSU Baliem Arabica sendiri hanya sanggup membeli dan mensuplai 6-10 ton per tahun. Jumlah ini bukan karena stock kurang tetapi karena biaya pembelian terbatas.

Dan hasilnya perlu diketahui publik, bahwa PAPUAmart.com sebagai Unit Sales & Marketing Koperasi tidak sanggup memenuhi permintaan dari seluruh Indonesia yang begitu membludak, dan malahan kami harus membatasi karena stock tidak cukup.

Menurut Ketua Koperasi Baliem Arabica Ev. Selion Karoba, S.Th., kalau saja Pemda Provinsi Papua punya keberpihakan kepada Ekonomi Kerakyatan dan Wirausaha Orang Asli Papua, sudah lama Kopi Papua sanggup mensuplai 300 – 1000 ton pun masih sanggup.

Menurutnya lagi

Jangan lupa, bicara tentang Kopi Papua, kita bicara terkait Kopi dari Sorong sampai Samarai, mulai dari Kopi Arfak sampai ke Kopi Sigri, dan di antara ini ada puluhan Single Origin, yang kalau dibandingkan dengan Single Origin yang ada di Indonesia, masih lebih banyak Kopi Single Origin di Tanah Papua, dari Sorong sampai Samarai.

Dalam kaitan hubungan perdagangan Papua dengan kawasn Melanesia, seharusnya Gubernur Papua melihat prospek Kopi Papua, karena kopi adalah nomor dua dari komoditas BBM yang terbanyak yang diperdagangkan di dunia, tetapi Pemerintah Provinsi Papua lebih sibuk urus Freeport dan pertambangan daripada emas hijau yang terus berbuah dan berbuah selama-lamanya ini.

Categories
Bisnis Kopi

Kioson.com, PAPUAmart.com dan Bisnis Kopi Papua

Atas kerjasama yang telah dirintis oleh Kepala Unit Sales dan Marketing KSU Baliem Arbaica, Jhon Yonathan Kwano, dengan merintis sebuah bisnis Online, Offline dan Barter Produk Spesialti, maka pada tanggal 27 Januari 2016 telahd iserahkan sebanyak sepuluh (10) unit Usaha atau Paket Kios Online yang dalam minggu ini akan segera di implementasikan ke dalam sistem jaringan minimarket PAPUAmart.com dan Kios-Kios KKLingkar.com milik KSU Baliem Arabica yang telah tersebar di berbagai tempat di seluruh Tanah Papua.

Menurut Jhon Kwano, dengan kerjasama yang strategis ini, penjualan Kopi Papua ke depan tidak perlu dilakukan seperti sediakala, dengan membanngun titik distribusi kopi di Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Jawa Barat, dan sejenisnya. Kopi Papua juga tidak perlu memikirkan lagi membangun jaringan bisnis dengan reseller atau agen Kopi Papua. Katanya,

Semua produk PAPUAmart.com diharapkan akan masuk ke dalam jaringan Toko Online dari Kios Online, sebuah startup yang baru saja diluncurkan pada bulan Mei 2015, yaitu waktu yang sama dengan pembukaan minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05. Kedua startup diluncurkan pada waktu yang sama, dan keduanya memberikan solusi kepada masalah yang sama, itu soal isolasi, transportasi dan jaringan komunikasi dengan menghadirkan barang-barang kebutuhan pembeli alngsung ke kios-kios dan minimarket yang bisa langsung didatangi oleh konsumen.

Atas kerjasama Kios On dan PAPUAmart.com ini, maka selanjutnya kami bersedia memberikan pelayanan keapda masyarakat Papua untuk membeli barang-barang yang dijual di mana saja di seluruh Indonesia, dan pada saat yang sama, orang Papua dapa tmenjual barang produk mereka kepada siapa saja di seluruh Indonesia.