Categories
Bisnis Kopi

Rajai Kopi Dunia, Indonesia Berharap Bantuan Vietnam

http://economy.okezone.com/, Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 19:20 wib

JAKARTA – Posisi Indonesia saat ini terus menurun dalam produksi kopi global. Bahkan, saat ini kopi robusta di Indonesia telah berada pada posisi tiga dari sebelumnya berada pada peringkat pertama. Untuk itu, pemerintah berencana untuk meningkatkan nilai jual kopi di Indonesia.

Salah satunya adalah dengan menjual kopi melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Namun, saat ini BBJ masih dikuasai oleh broker asing. Padahal, seharusnya Indonesia juga turut serta dalam perdagangan kopi tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengungkapkan, saat ini perlu dukungan dari Vietnam agar kopi di Indonesia dapat kembali bersaing menjadi kopi terbaik di dunia. Vietnam pun diharapkan dapat masuk ke dalam BBJ agar meningkatkan daya saing Indonesia dalam hal produksi kopi.

“50 persen saja Vietnam masuk ke sini dan ke London, kita bisa meningkatkan penjualan,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Indonesia kini memang telah berjuang untuk kembali ke posisi puncak dalam hal produksi kopi pada tingkat global. Pasalnya, untuk kopi robusta Indonesia kini telah berada posisi tiga, turun dua peringkat dari sebelumya pada posisi pertama.

(dni)

Categories
Bisnis Kopi

Kopi Indonesia Terancam Terlibas Ethiopia

http://economy.okezone.com/, Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 18:55 wib

JAKARTA – Indonesia selama ini telah menjadi salah satu bidikan dunia internasional dalam hal produksi kopi. Pengalaman Indonesia dalam menanam kopi sejak zaman Hindia Belanda hingga saat ini telah menyebabkan petani kopi di Indonesia dalam menanam kopi dengan kualitas terbaik.

Saat ini, Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto mengungkapkan, kualitas kopi Indonesia telah berada pada peringkat tiga dunia, khususnya untuk kopi robusta. Namun, saat ini Indonesia berada dalam ancaman kopi Vietnam yang menggeser kopi Indonesia yang sebelumnya berada pada peringkat satu dunia.

“Vietnam bisa gusur kita. Dulu robusta kita nomor satu sekarang nomor tiga,” jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Bahkan, apabila pemerintah tidak kunjung memperbaiki nilai jual dan hasil kopi di Indonesia, posisi kopi di Indonesia dapat dikalahkan oleh Ethiopia. Pasalnya, saat ini Ethiopia mulai memiliki manajemen penjualan kopi yang profesional.

“Kita sekarang juga bisa disalip oleh Ethiopia lho. Jangan salah. Kita terancam berada pada posisi kelima,” tegasnya.

Untuk itu, saat ini pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan nilai jual kopi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mencoba memberdayakan anak muda untuk dapat mengolah kopi guna memiliki nilai jual lebih.

Selain itu, perdagangan kopi nantinya juga akan lebih didorong untuk dilakukan melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Diharapkan, harga kopi dapat semakin melejit, khususnya harga kopi asal Indonesia yang telah menjadi produsen utama di dunia.

(dni)