Categories
Berita Kopi

Hello world! Kopi Papua Baliem: Menggugah Selera dari Ketinggian Wamena

Kopi Papua Baliem, khususnya Organic Arabica Wamena Single Origin, merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang tak menggoda selera, juga mengandung cerita yang mendalam tentang budaya masyarakat lokal. Ditan di ketinggian yang ideal dataran tinggi Wamena, ini dikelola dengan penuh cinta oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica. Mari kita telusuri proses pengolahan kopi ini, dari penanaman hingga penyajian, serta mengenali keunikan rasa dan aroma yang dihasilkan, dan yang tak kalah penting, dampak positif yang dirasakan olehas petani.

Proses Penanaman dan Pengolahan

. **Penaman**: Kopi Organic Arabica Wena ditanam di ketingg 1. hingga2.000 meter di permukaan laut. Suasana dingin dan kelemb yang optimal, ditambah tanahkanik yang nutrisi, menciptakan kondisi ideal bagiumbuhan biji kopi berkualitas. KSU Baliem Arabicaapkan metode pertanian organik, tanpa penggunaan pestisida kimia, demi menjaga kesub tanah kesehatan.

. **Pemanenan**:

Petani yang tergabung dalam KSU melakukan pemetikan biji kopi dengan tangan. Hanya biji kopi yang matang danualitas bagus yang diambil, memastikan bahwa setiap cangkir kopi yang dihasilkan adalah yang terbaik. Pro ini mengutamakanhadiran tradisi danear lokal yang diwariskan turunurun.

3. **Pengol**: Setelah dipetik bij kopi segera diolah.ses pencucian dan fermentasi dilakukan denganiti menjaga rasa dan keaslian biji kopi. Setelah,i dijemur di bawahar matahari untuk mengurangi kadar air hingga siap untuk digiling. Proses pengeringan ini juga sangat mempengaruhi cita rasa akhir dari kopi yang disaj.

4. **Penyaj**: Penggilingan biji kopi dilakukan dengan cara yang sederhana mempertahankan keaslian rasa. Ketika diseduh Kopi Papua Baliem aroma yang kuat dan kompleks, dengan citarasa yang kaya dan penuh nuansa, mulai dari mannya cokelat hingga asam buah yang segar. Penyajian ini sangat cocok dinikmati pada berkumpul dengan keluarga teman, menjadikannya sebagai penghangat suasana.

Keunikan Rasa dan Aroma

opi Arabica Wamena dengan karakteristik yang unik. Kelembutan cokelat, diimbangi dengan keasaman yang berdensi menciptakan pengalaman minum kopi yang berbeda. Aroma floral yang lembut turut meny, menjadikannya sangat memikat bagi para pencinta kopi. Setiap tegukan Anda perjalanan ke dalam alam Papua indah.

Praktek Berkelanjutan

KSU Baliem Arabica mengedepankan praktik pertanian berkelanjutan yang hanya meningkatkan kualitas produk, juga menjaga lingkungan. Mereka menggunakan metode agroforestry yang melibatkan penanaman kopi bersama dengan lainnya, sehingga meningkatkan keanekaragaman hayati. Selain itu praktik membantu menyerap karbon dioksida dan menjagaimbangan ekosistem di sekitar.

Dari segi sosial, KSU memberikan pelatihan kepada para pet mengenai teknik bertani yang ramah lingkungan, meningkatkan kemampuan mereka dan pada akhirnya meningkatkan produksi kopi yang berkualitas Ini memberikan damp positif signifikan terhadap lokal dan kesejahteraan komunit.

Dampak Pos terhadap Ekonomi Lokal

Dengan membeli produk dari KSU Baliem Arabica, Anda turut berkontribusi dalam mendukung ekonomi lokal Pendapatan yang diperoleh oleh para petani hanya standar hidup mereka tetapi juga membuka peluang pendidikan untuk anak mereka pengembangan komunitas secara keseluruhan. Setiap cangkir kopi yang Anda nikmati menghasilkan perubahan positif dalam hidup mereka.

Ayo Coba Kopi Papua Baliem!

Dengan semua keunikan dan nilai yang terkandung dalam kopi Papua Baliem, khususnya Organic Arabica Wamena Single Origin mari kita dukung produk lokal yang berkualitas ini.mat citarasa kopi yang istimewa dan jadilah bagian dari kisah sukses petani kopi di. Setiap tegukan adalah langkah kecil Anda dalam menjagalanjutan dan memperkuat komunitas., siapkanangkir Anda dan selamat menikmati kopi Papua Baliem!

Categories
Bisnis Kopi

RI Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, Harga Dikendalikan Amerika dan Inggris

http://economy.okezone.com/, Dedy Afrianto, Jurnalis, Jum’at, 3 Juni 2016 – 19:31 wib

JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Bahkan, untuk kopi robusta, Indonesia saat ini menduduki peringkat tiga eksportir terbesar di dunia dengan kualitas terbaik.

Namun, saat ini Indonesia masih belum dapat menentukan sendiri harga kopi pada tingkat perdagangan global. Padahal, menurut Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Pranoto Soenarto, saat ini kopi Indonesia telah diekspor 400.000 ton per tahun.

“Produksi kopi di Indonesia itu mencapai 600.000 ton per tahun, 400.000 ton itu impor. Malahan kita itu adalah eksportir kopi nomor 4 di dunia. Tapi belum bisa menentukan harga,” jelasnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Saat ini, lanjutnya, harga kopi robusta dikendalikan oleh bursa berjangka di London dan kopi arabica dikendalikan bursa berjangka di New York. Hal ini pun dikemukakan oleh pengusaha eksportir kopi. Pasalnya, negara tersebut bukanlah merupakan penghasil kopi namun justru berhasil menentukan harga kopi.

Keadaan ini berdampak pada rendahnya harga kopi. Padahal, saat ini jumlah produksi kopi telah menurun.

“Makanya saya mau masukkan ke bursa di Jakarta agar harga kopi kita tinggi,” jelasnya.

Pemerintah saat ini tengah berencana untuk melakukan perdagangan kopi di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Diharapkan, nilai jual kopi akan meningkat dan Indonesia dapat menentukan harga kopi tanpa harus bergantung kepada negara lain.

Ditargetkan, dalam tiga bukan mendatang harga kopi telah meningkat dari saat ini sebesar USD1.600 per metrik ton di bursa London menjadi lebih tinggi lagi dengan menjualnya dari bursa Jakarta.

(dni)

Categories
Bisnis Kopi

Bisnis Kopi Papua, KSU Baliem Arabica dan PAPUAmart.com

Sejak tahun 2015, tepatnya pertengahan tahun lalu, bulan Mei 2015, telah dilakukan berbagai penyesuaian berarti dalam bisnis Kopi Papua. Penyesuaian utama dan terpenting dalam sejarah bisnis Kopi Papua ialah perombahan struktur organisasi dan jalur distribusi Kopi Papua.

Perombakan dimaksud sebagai tindak-lanjut dari kebijakan pembentukan Unit Marketing & Sales Kopi Papua yang telah didirikan tahun 2013, berkantor pusat di pulau Jawa: Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan pembentukan Unit Markting dan Sales KSU Baliem Arabica pada tahun 2013, maka secara otomatis pemasaran Kopi Papua berorientasi kadada konsumen dan pebisnis Kopi di Indonesia, sebuah perubahan yang berarti, karena pada tahun-tahun sebelumnya telah terjadi export kopi Papua secara berturut-turut sejak tahun 2009.

Setelah toko Online PAPUAmart.com didirikan tahun 2014, maka disusul dengan proposal kepada KSU Baliem Arabica untuk membentuk sebuah Minimarket PAPUamart.com di Tanah Papua

PAPUAmart.com dimaksudkan untuk melanjutkan fungsi dan tugas Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arabica, mempromosikan dan menjual Kopi Papua produk KSU Baliem Arabica kepada konsumen di Indonesia.

Perombahan cukup berarti yang terjadi pertengahan tahun 2015 dimaksudkan untuk menyelamatkan bisnis Kopi Papua karena banyak tengkulak dan mafia Kopi Papua. Menyusul strukturisasi Unit Marketing & Sales, maka dilakukan pembenahan di Gudang Produksi Kopi Papua.

Pada akhir tahun 2015, sejalan dengan peluncuran MEA (Masyarakat Ekonomi Eropa) maka KSU Baliem Arbaica juga membuka Gudang Kopi PAPUAmart.com di Jakarta.

Pada tahun 2016 ini diharapkan agar semua penjualan Kopi Papua dipusatkan dari Jakarta, sehingga dapat dibagikan secara merata di seluruh pulau Jawa dan Sumatera, sementara penjualan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dilakukan dari Yogyakarta, dan penjualan ke Bali dan Sulawesi serta Borneo dilakukan langsung dari Tanah Papua.

Categories
Bisnis Kopi

Arah Bisnis Kopi Papua: Memenuhi Permintaan di Indonesia sampai 100%

Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano
Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano

KSU Baliem Arabica sebagai produsen Kopi Papua, dan exportir tunggal Kopi Papua menyampaikan kepada seluruh penikmat dan pengusaha Kopi di Indonesia bahwa untuk panen tahun 2016 ini akan difokuskan untuk memenuhi permintaan Kopi Papua yang ada di Indonesia secara 100%, artinya kami upayakan untuk memenuhi semua permintaan kopi Papua yang ada di Indonesia.

Menurut Kepala Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arbabica (Direktur PAPUAmart.com), Jhon Yonathan Kwano, kami dari Petani Kopi Papua, yang adalah Masyarakat Adat Papua di Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Jayawijaya dan Tolikara telah mengambil keputusan utnuk memenuhi permintaan kopi di Indonesia sebelum berbicara mengenai pengiriman Kopi Papua ke pasar di Asia atau Amerika Serikat.

Menurut Kwano alasan utama fokus produksi Kopi Papua untuk pemenuhan kebutuhan di pasar di Indonesia ialah kapasitas produksi Kopi Papua standard export yang masih belum dapat dijamin dari sisi stabilitas total produksi.

“Kalau sudah mausk pasar global, maka kita harus pastikan berapa ton kami produksi setiap tahun. Kami tidak bisa masuk ke pasar internasional kalau produksi kopi Papua selalu naik-turun, antara 5 – 20 ton per tahunnya. Nanti kalau para pemain kopi Papua mengatur diri kami sendir di  tanah Papua sendiri, menyingkirkan para pemain yang tidak bermoral yang berkeliaran saat ini, itu baru kita akan dengan yakin masuk ke pasar global. Sebenarnya kita sudah masuk pasar global, tetapi dengan total produksi yang tidak stabil maka kita tidak dapat mempertahankan reputasi kita. jadi, persoalannya bukan dari sisi standard, atau kemampuan finansial dan administrasi, tetapi terutama dari sisi total produksi yang selalu berubah-ubah.”

demikiankata Kwano.

Masih menurut Kwano, pemasaran Kopi Papua difokuskan ke pasar Indonesia selain karena faktor total produksi yang tidak stabil, dari sisi bisnis, “pasar kopi di Indonesia sudah cukup menjanjikan, dikaitkan dengan jumlah kopi yang sanggup diproduksi oleh KSU Baliem Arabica. Oleh karena itu, kami memfokuskan diri kepada pasar di Indonesia dulu.,

Bukan itu saja, masyarakat Papua juga sudah semakin banyak meminum kopi. Banyak cafe telah dibuka di Jayapura saja dapat dikataan lebih dari 50 cafe sudah ada, belum lagi di seluruh kabupaten dan di provinsi Papua Barat. Ditambah lagi, KSU Baliem Arabica sendiri lewat BANANA Leaf Cafe telah membuka cafe-cafe dalam bentuk warung maupun meja kopi Papua di berbagia tempat di Tanah Papua sehingga banyak kopi yang dikonsumsi di Tanah Papua sendiri. Hal ini berakibat kopi yang dikirim keluar dari Tanah Papua sudah mulai berkurang.

Jhon Kwano melihat tidak lama lagi memang Kopi Papua akan diekspor ke pasar global, tetapi ia memperingatkan

BANANA Leaf Cafe, Cafe Kopi Papua
BANANA Leaf Cafe, Cafe Kopi Papua

Kita jangan punya pikiran kalau kopi grade A dan segala barang kualitas bagus orientasinya diekspor keluar. Kita harus rubah cara berpikir budak dan kaum terjajah. Kita harus minum kopi Grade A, standard export di Tanah Papua, kalau kita produksi kopi itu di sini. Kita sudah export emas, perak, tembaga, kayu, kakao, sekarang kualitas terbaik kopi juga ke pasar global, ini murni cara berpikir pengusaha mental budak.

Kita harus mampu memenuhi kebutuhan kopi di Tanah Papua. Semua penikmat kopi di Tanah Papua minum Kopi Papua Grade A, lalu kita penuhi permintaan kopi di Indonesia dalam bentuk Green Beans Grade A itu, setelah itu baru kita pikir tentang export ke negara dan bangsa lain.

Mental budak itu apa? Kalau tuannya senang, dia ikut senang. Dan kalau tuannya makan di meja, hambanya makan di luar meja. Tuannya makan yang inti, hambanya makan yang bekas dan yang tidak mau dimakan si tuan. Kami tidak menghitung nilai diri kita dari berapa ton kita export, tetapi berapa ton kita sendiri habiskan di tanah Papua dan di Indonesia.

Categories
Bisnis Kopi

Pemasaran Kopi Papua Difokuskan ke Seluruh Indonesia

Sejak tahun 2013, orientasi pemasaran Kopi Papua telah diarahkan ke pasar Indonesia, mengingat karena konsumen kopi di seluruh Indonesia menjamur, bukan bertumbuh cepat lagi. Dalam waktu kurang dari lima tahun saja, di semua kota di seluruh Indonesia, telah terdapat banyak cafe, bukan Warkop (Warung Kopi) tetapi Kedai Kopi dan Cafe.

Tidak hanya di Jawa, di Bali, Makassar, Manado, Medan, bahkan Jayapura sudah terdapat banyak kedai Kopi. Memang dari dulu Warkop jarang kelihatan di Tanah Papua. Sekarang bukan Warkop lagi yang muncul tetapi Cafe. Memang Tanah Papua dan orang Papua sudah banyak mengalami lompatan-lompatan dalam hidup. Dari tidak tahu tulis-menulis menjadi memegang Smartphone dan iPad, itukah sebuah lompatan dahsyat. Dari tidak ada Warkop sama sekali menjadi banyak Cafe menjamur di Jayapura. Ini juga lompatan.

Kebutuhan Kopi di Indonesia begitu besar, tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dibandingkan dengan produksi Kopi Papua secara total berkisar 50 ton per tahun. Walaupun hitung-menghitung berdasarkan ketersediaan lahan dan pohon yang ada bisa menghasilkan ratusan ton per tahun, faktanya tidak demikian. Apalagi kalau Koperasi Baliem Arabica menerapkan standarisasi Kopi Spesialti, maka banyak produk tidak masuk dalam kategori Papua Arabica Specialty Coffee.

Selama ini KSU Baliem Arabica sendiri hanya sanggup membeli dan mensuplai 6-10 ton per tahun. Jumlah ini bukan karena stock kurang tetapi karena biaya pembelian terbatas.

Dan hasilnya perlu diketahui publik, bahwa PAPUAmart.com sebagai Unit Sales & Marketing Koperasi tidak sanggup memenuhi permintaan dari seluruh Indonesia yang begitu membludak, dan malahan kami harus membatasi karena stock tidak cukup.

Menurut Ketua Koperasi Baliem Arabica Ev. Selion Karoba, S.Th., kalau saja Pemda Provinsi Papua punya keberpihakan kepada Ekonomi Kerakyatan dan Wirausaha Orang Asli Papua, sudah lama Kopi Papua sanggup mensuplai 300 – 1000 ton pun masih sanggup.

Menurutnya lagi

Jangan lupa, bicara tentang Kopi Papua, kita bicara terkait Kopi dari Sorong sampai Samarai, mulai dari Kopi Arfak sampai ke Kopi Sigri, dan di antara ini ada puluhan Single Origin, yang kalau dibandingkan dengan Single Origin yang ada di Indonesia, masih lebih banyak Kopi Single Origin di Tanah Papua, dari Sorong sampai Samarai.

Dalam kaitan hubungan perdagangan Papua dengan kawasn Melanesia, seharusnya Gubernur Papua melihat prospek Kopi Papua, karena kopi adalah nomor dua dari komoditas BBM yang terbanyak yang diperdagangkan di dunia, tetapi Pemerintah Provinsi Papua lebih sibuk urus Freeport dan pertambangan daripada emas hijau yang terus berbuah dan berbuah selama-lamanya ini.

Categories
Bisnis Kopi

Cita Rasa Unik Petani Kopi Kecil Indonesia Dipuji di Norwegia

KAMIS, 21 JANUARI 2016 , 08:48:00 WIB

RMOL. Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo bekerja sama dengan Yayasan GreenIndonesia dan Norwegian Coffee Association (NCA) memperkenalkan 4 jenis kopi arabika kepada ekspertise kopi Norwegia di kantor NCA, Oslo, Selasa (19/1).

Kopi-kopi yang diperkenalkan arabika jenis single origin yang dihasilkan para micro roaster dari kebun petani-petani kecil di bawah jejaring Yayasan GreenIndonesia, organisasi yang berupaya membantu pemerintah dalam mengangkat kesejahteraan hidup masyarakat kecil. Kopi-kopi yang dimaksud yaitu Arabica Java Preanger (GreenIndonesia), Arabica Mandailing (GreenIndonesia), Arabica Mt. Arjuna (Javaroma), danArabica Garut (Mahkota Jawa Coffee).

Duta Besar RI untuk Norwegia di Oslo Yuwono A. Putranto, seperti diinformasikan Fungsi Pensosbud KBRI Oslo, menyampaikan acara promosi kopi ini mendapatkan perhatian yang cukup spesial dari pelaku industri kopi di Norwegia.

“NCA sebagai tuan rumah kegiatan memberikan dukungan yang besar. NCA juga telah membantu menghadirkan wakil-wakil dari perusahaan, importir, coffee house papan atas Norwegia (diantaranya COOP, Solberg&Hansen, Kaffebreniet, Pals dan DGB), serta para pakar kopi lainnya,” kata Yuwono.

Chairman NCA Marit Lynes mengatakan tingkat kehadiran para pakar kopi di Norwegia pada acara promosi kopi Indonesia ini lebih besar dari dua kegiatan terakhir, yaitu kopi Brasil dan kopi Ethiopia. Faktor utamanya adalah sentimen ‘kerinduan’ atas kopi Indonesia yang pernah menjadi salah satu ‘raja’ di Norwegia, namun saat ini market share-nya hanya sekitar 1% dan bahkan kopi Vietnam berhasil mencapai sekitar 2% pasar kopi Norwegia.

Selain itu, Marit menyampaikan mengenai banyaknya keinginan untuk mencoba kopi dengan cita rasa lain dari kopi yang saat ini mendominasi Norwegia, yaitu dari Brasil, Kolombia, Peru dan Ethiopia.

Hasil dari coffee cupping adalah kesamaan pandangan akan keunikan rasa yang berbeda-beda antara jenis yang satu dengan lainnya. Hal ini dinilai sebagai satu kekuatan atau potensi besar untuk mengemas kopi Indonesia tersebut sebagai artisanal coffee di pasar Norwegia. Namun demikian, diamati bahwa cita rasa tersebut belum dibarengi dengan kecantikan penampilan dari biji kopi. Masih diperlukan upaya serius untuk meningkatkan packaging dan branding dari kopi Indonesia tersebut.

Wakil dari perusahaan Solberg &Hansen dan pakar kopi Alf Kramer terketuk untuk mendalami dan menawarkan pendapat ahlinya guna mengembangkan kesamaan kualitas antara rasa dan penampilan.

Perkenalan kopi Indonesia ke publik Norwegia ini merupakan salah satu upaya untuk menggenjot ekspor kopi ke Norwegia. Bagi KBRI Oslo, upaya promosi ini dapat dijadikan sebagai kegiatan awal bagi upaya promosi dan penetrasi kopi Indonesia di pasar Norwegia, tutur Dubes Yuwono.

Norwegia merupakan pasar kopi spesial,dengan masyarakatnya merupakan peminum kopi terbanyak per kapita nomor dua di dunia. Pasar Norwegia selalu memburu kopi-kopi dengan kualitas terbaik, dan kopi Indonesia dengan cita rasa uniknya mempunyai potensi yang sangat besar. Namun demikian, upaya untuk menembus pasar Norwegia yang sangat strictini perlu dibarengi dengan peningkatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Perwakilan RI di luar negeri.[dem]

Categories
Uncategorized

Workshop Kopi Papua

Pada sabtu 15 Mei 2010, bertempat di sekretariat Tji Liwoeng Balekembang, Condet, Yayasan Forum Kebangsaan Generasi Muda Papua, mengadakan Workshop Sehari bertemakan, “Peran mahasiswa dan pemuda dalam pemberdayaan petani Kopi di Papua”. Saya berkesempatan menghadirinya.

Hadir sebagi pembicara, Ir. Lili Toraja, dari Bina Desa dan Revitriho Hosodo dari Global Justic. Masing masing berbica tentang teknik budidaya kopi dan melawan hegemoni starbuck.

Dalam workshop itu terungkap, ternyata Papua mimilik kopi terbaik di seluruh Indonesia. Kualistanya punya potensi ekspor. Buktinya, baru-baru ini, Tempo interaktif melaporkan Papua akan mengeskpor kopi sebanyak 40 ton ke Amerika Serikat.

Walau demikian, potensi budidaya kopi ditanah Papua belum dimaksimalkan. Budidaya perkebunan kopi masi dilakukan secara tradisional. Petani kopi papua belum mendapatkan pendampingan yang baik dari para penyulu lapangan. Pasar juga masi menjadi salah satu kendala.

Di lain pihak, perdagangan Kopi ternyata masi dimonopoli oleh pedagang-pedangan besar. Salah satunya korporasi bernama starbuck. Korporasi ini mengendalikan distribusi dan juga turut mengatur harga komoditi kopi dunia. Lebih parah lagi korporasi ini mengambil keuntungan besar sementara itu banyak pedagan kopi di seluruh dunia yang tidak menikmati hasil jeripayah mereka.
Sumber : http://begitusudah.blogspot.com/