Categories
Cerita Kopi

Wamena, Penghasil Kopi Terbaik di Dunia!

Jakarta – Menyeruput secangkir kopi hitam adalah hal yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Beberapa daerah pun punya kopi andalan, termasuk Wamena di Papua, yang rasanya digemari oleh seluruh dunia!

Beberapa negara identik dengan teh: Jepang, China, Mesir, Turki, Maroko, India, Sri Lanka. Tapi beberapa negara juga identik dengan kopi, salah satunya Indonesia.

Bicara tentang kopi di Indonesia, yang terbesit di benak para coffee-addict pastilah kopi luwak. Konon, kopi jenis ini adalah yang terbaik di dunia. Tapi tunggu dulu, Indonesia juga punya jenis kopi sesuai daerahnya. Masing-masing punya karakteristik lewat rasa dan aroma.

Mulailah dari wilayah paling barat. Aceh Gayo, dengan aroma memikat dan rasa asam yang tak terlalu pekat. Lalu ada kopi Lampung, kopi Bandung (dengan merk paling ternama: Aroma), kopi Toraja, kopi Bali, hingga kopi Papua.

Nah, satu daerah di Papua yang terkenal sebagai penghasil kopi adalah Wamena. Kopi bertekstur ringan, minim ampas, harum semerbak, dan tidak asam. Tak heran kopi Wamena digemari oleh seluruh dunia.

“Wamena punya daya tarik khusus sebagai penghasil kopi terbaik di dunia,”

tutur Wempi Wetipo, Bupati Kabupaten Jayapura di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2012) lalu.

Kopi Wamena, lanjut Wempi, telah diekspor ke berbagai belahan dunia dan telah menjadi penyokong tetap merk kedai kopi paling ternama di dunia. Kedai kopi yang lambangnya berwarna hijau itu menggunakan kopi Wamena sebagai bahan baku utamanya.

“Kopi Papua itu enak sekali. Makanya mereka selalu beli, dan akhirnya kita jadi penyalur tetap,”

tambah Wempi.

Pernah mencoba kopi Wamena? Kalau belum, inilah waktu yang tepat untuk mencicipinya. Jangan lupa, awal mencicipi, jangan pakai campuran gula ke dalam cangkir kopi Anda. Biarkan semua indera Anda bekerja.

Oleh: Sri Anindiati Nursastri – Minggu, 29/07/2012 10:25 WIB  detikTravel

Disalin: PAPUACOFFEES.com

Categories
Bisnis Kopi

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor Nikmatnya Kopi Arabica asal lembah Baliem Papua memiliki cirri khas tertentu dibandingkan dengan kopi lainnya। Lembah Baliem merupakan daerah tempat tinggal Suku Dani। Masyarakat adat yang diperkenalkan ke dunia luar sebagai petani pejuang. Mereka hidup bertani, namun gemar berperang. Kopi Baliem ini adalah kopi papua jenis arabika. Kopi yang memiliki ciri khasnya arabika, karakter rebusannya asam, agak berbeda dengan karakter rebusan kopi robusta yang lebih pahit. Tidak terlalu pahit karena memang arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibanding robusta. Head of Cooperative KSU Baliem Arabica; Selion Karoba mengungkapkan, September 2012 mendatang, pihaknya akan mengekspor kopi ke Amerika 18 ton. Tahun ke tahun hasil produksi kopi di Pegunungan Tengah Papua terus meningkat, pertama kita ekspor 12 ton, kemudian 14 ton dan 16 ton, selanjutnya September 2012 kita kirim ke Amerika 18 ton,ujar Selion Karoba kepada Harian Pagi Papua, di Wamena.

Pada tahun 2000 untuk luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya tercatat 3.076 hektar, yang merupakan hampir setengah (42,7 persen) dari luas total (6.208 hektar) areal perkebunan kopi Provinsi Irian Jaya. Perkebunan yang keseluruhannya milik rakyat ini tersebar di Kecamatan Tiom, Bokondini, dan Asologaima. Produksi kopi Jayawijaya yang juga diekspor ke Singapura, Jepang, dan Australia ini, besarnya 316,30 ton atau setara dengan hampir setengah produksi kopi provinsi yang besarnya 740,3 ton.Selain ke Amerika lanjut Selion, pihaknya juga akan mengirim kopi ke sejumlah tempat seperti Friport dan Jakarta. Mengenai harga kopi, Selion Karoba mengatakan, harga kopi ditentukan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) KSU Baliem Arabica, dimana tahun ini harga pembelian kopi dari petani Rp 6.000 per liter.