Categories
Bisnis Kopi

Arah Bisnis Kopi Papua: Memenuhi Permintaan di Indonesia sampai 100%

Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano
Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano

KSU Baliem Arabica sebagai produsen Kopi Papua, dan exportir tunggal Kopi Papua menyampaikan kepada seluruh penikmat dan pengusaha Kopi di Indonesia bahwa untuk panen tahun 2016 ini akan difokuskan untuk memenuhi permintaan Kopi Papua yang ada di Indonesia secara 100%, artinya kami upayakan untuk memenuhi semua permintaan kopi Papua yang ada di Indonesia.

Menurut Kepala Unit Marketing & Sales KSU Baliem Arbabica (Direktur PAPUAmart.com), Jhon Yonathan Kwano, kami dari Petani Kopi Papua, yang adalah Masyarakat Adat Papua di Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Jayawijaya dan Tolikara telah mengambil keputusan utnuk memenuhi permintaan kopi di Indonesia sebelum berbicara mengenai pengiriman Kopi Papua ke pasar di Asia atau Amerika Serikat.

Menurut Kwano alasan utama fokus produksi Kopi Papua untuk pemenuhan kebutuhan di pasar di Indonesia ialah kapasitas produksi Kopi Papua standard export yang masih belum dapat dijamin dari sisi stabilitas total produksi.

“Kalau sudah mausk pasar global, maka kita harus pastikan berapa ton kami produksi setiap tahun. Kami tidak bisa masuk ke pasar internasional kalau produksi kopi Papua selalu naik-turun, antara 5 – 20 ton per tahunnya. Nanti kalau para pemain kopi Papua mengatur diri kami sendir di  tanah Papua sendiri, menyingkirkan para pemain yang tidak bermoral yang berkeliaran saat ini, itu baru kita akan dengan yakin masuk ke pasar global. Sebenarnya kita sudah masuk pasar global, tetapi dengan total produksi yang tidak stabil maka kita tidak dapat mempertahankan reputasi kita. jadi, persoalannya bukan dari sisi standard, atau kemampuan finansial dan administrasi, tetapi terutama dari sisi total produksi yang selalu berubah-ubah.”

demikiankata Kwano.

Masih menurut Kwano, pemasaran Kopi Papua difokuskan ke pasar Indonesia selain karena faktor total produksi yang tidak stabil, dari sisi bisnis, “pasar kopi di Indonesia sudah cukup menjanjikan, dikaitkan dengan jumlah kopi yang sanggup diproduksi oleh KSU Baliem Arabica. Oleh karena itu, kami memfokuskan diri kepada pasar di Indonesia dulu.,

Bukan itu saja, masyarakat Papua juga sudah semakin banyak meminum kopi. Banyak cafe telah dibuka di Jayapura saja dapat dikataan lebih dari 50 cafe sudah ada, belum lagi di seluruh kabupaten dan di provinsi Papua Barat. Ditambah lagi, KSU Baliem Arabica sendiri lewat BANANA Leaf Cafe telah membuka cafe-cafe dalam bentuk warung maupun meja kopi Papua di berbagia tempat di Tanah Papua sehingga banyak kopi yang dikonsumsi di Tanah Papua sendiri. Hal ini berakibat kopi yang dikirim keluar dari Tanah Papua sudah mulai berkurang.

Jhon Kwano melihat tidak lama lagi memang Kopi Papua akan diekspor ke pasar global, tetapi ia memperingatkan

BANANA Leaf Cafe, Cafe Kopi Papua
BANANA Leaf Cafe, Cafe Kopi Papua

Kita jangan punya pikiran kalau kopi grade A dan segala barang kualitas bagus orientasinya diekspor keluar. Kita harus rubah cara berpikir budak dan kaum terjajah. Kita harus minum kopi Grade A, standard export di Tanah Papua, kalau kita produksi kopi itu di sini. Kita sudah export emas, perak, tembaga, kayu, kakao, sekarang kualitas terbaik kopi juga ke pasar global, ini murni cara berpikir pengusaha mental budak.

Kita harus mampu memenuhi kebutuhan kopi di Tanah Papua. Semua penikmat kopi di Tanah Papua minum Kopi Papua Grade A, lalu kita penuhi permintaan kopi di Indonesia dalam bentuk Green Beans Grade A itu, setelah itu baru kita pikir tentang export ke negara dan bangsa lain.

Mental budak itu apa? Kalau tuannya senang, dia ikut senang. Dan kalau tuannya makan di meja, hambanya makan di luar meja. Tuannya makan yang inti, hambanya makan yang bekas dan yang tidak mau dimakan si tuan. Kami tidak menghitung nilai diri kita dari berapa ton kita export, tetapi berapa ton kita sendiri habiskan di tanah Papua dan di Indonesia.

Categories
Berita Kopi

Kopi Indonesia “Laku” Rp 1,5 Miliar di Ekspo Melbourne

SYDNEY, KOMPAS.com – Pada ajang pameran Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2016 yang berlangsung pada 17-19 Maret 2016 lalu di The Melbourne Showgrounds, Melbourne, produk kopi Indonesia berhasil mencatatkan transaksi Rp 1,5 miliar atau 1,5 juta dollar Australia (Kurs Rp 10.059 per dollar Australia).

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney Agung Haris Setiawan punya strategi baru dalam mendongkrak ekspor produk Indonesia.

“Kementerian Perdagangan melalui perwakilan di luar negeri, baik Atase perdagangan (Atdag) maupun ITPC, akan lebih aktif berpromosi melalui media digital,” tegas Agung, Senin (28/3/2016).

Strategi promosi yang dikembangkan ITPC Sydney disebut SMART, yaitu social media (S) melalui Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Youtube.

Kemudian mobile apps (M) dalam versi Android dan iOS. Berikutnya advertising (A), dilakukan baik secara offline maupun online.

Selanjutnya reliable database (R) yang menjadi sumber data eksportir terpercaya yang akan mendorong terjadinya trade (T) atau perdagangan antara Indonesia dan Australia.

Produk kopi Indonesia terbukti berhasil memikat pengunjung MICE 2016. Produk-produk kopi yang diusung sejumlah perusahaan nasional meraih popularitas berarti.

Agung menjelaskan, cupping adalah salah satu prosedur yang dilakukan dalam menganalisis kualitas rasa dan aroma kopi. Pengunjung dapat secara langsung merasakan dan menikmati kopi yang telah disiapkan oleh peserta di Paviliun Indonesia kemudian memberikan pendapat atas cita rasa dari kopi tersebut.

MICE 2016 dikunjungi oleh lebih dari 10 ribu orang yang terdiri dari produsen kopi, barista, peritel kopi, produsen dan distributor peralatan pembuat kopi, jasa makanan profesional, petani, pengekspor, pengimpor, peritel roaster, serta grosir.

Tahun ini, sebanyak 7 (tujuh) perusahaan kopi mengisi Paviliun Indonesia, yaitu Asia Connecting, Mandheling Coffee Pty Ltd, Opal Coffee Pty Ltd, Saman Estate Coffee, PT Santama Arta Nami, Sumatra Coffee House, dan The Q Coffee.

Penulis : Aprillia Ika
Editor : Aprillia Ika
Categories
Bisnis Kopi

Pemasaran Kopi Papua Difokuskan ke Seluruh Indonesia

Sejak tahun 2013, orientasi pemasaran Kopi Papua telah diarahkan ke pasar Indonesia, mengingat karena konsumen kopi di seluruh Indonesia menjamur, bukan bertumbuh cepat lagi. Dalam waktu kurang dari lima tahun saja, di semua kota di seluruh Indonesia, telah terdapat banyak cafe, bukan Warkop (Warung Kopi) tetapi Kedai Kopi dan Cafe.

Tidak hanya di Jawa, di Bali, Makassar, Manado, Medan, bahkan Jayapura sudah terdapat banyak kedai Kopi. Memang dari dulu Warkop jarang kelihatan di Tanah Papua. Sekarang bukan Warkop lagi yang muncul tetapi Cafe. Memang Tanah Papua dan orang Papua sudah banyak mengalami lompatan-lompatan dalam hidup. Dari tidak tahu tulis-menulis menjadi memegang Smartphone dan iPad, itukah sebuah lompatan dahsyat. Dari tidak ada Warkop sama sekali menjadi banyak Cafe menjamur di Jayapura. Ini juga lompatan.

Kebutuhan Kopi di Indonesia begitu besar, tak pernah dibayangkan sebelumnya. Dibandingkan dengan produksi Kopi Papua secara total berkisar 50 ton per tahun. Walaupun hitung-menghitung berdasarkan ketersediaan lahan dan pohon yang ada bisa menghasilkan ratusan ton per tahun, faktanya tidak demikian. Apalagi kalau Koperasi Baliem Arabica menerapkan standarisasi Kopi Spesialti, maka banyak produk tidak masuk dalam kategori Papua Arabica Specialty Coffee.

Selama ini KSU Baliem Arabica sendiri hanya sanggup membeli dan mensuplai 6-10 ton per tahun. Jumlah ini bukan karena stock kurang tetapi karena biaya pembelian terbatas.

Dan hasilnya perlu diketahui publik, bahwa PAPUAmart.com sebagai Unit Sales & Marketing Koperasi tidak sanggup memenuhi permintaan dari seluruh Indonesia yang begitu membludak, dan malahan kami harus membatasi karena stock tidak cukup.

Menurut Ketua Koperasi Baliem Arabica Ev. Selion Karoba, S.Th., kalau saja Pemda Provinsi Papua punya keberpihakan kepada Ekonomi Kerakyatan dan Wirausaha Orang Asli Papua, sudah lama Kopi Papua sanggup mensuplai 300 – 1000 ton pun masih sanggup.

Menurutnya lagi

Jangan lupa, bicara tentang Kopi Papua, kita bicara terkait Kopi dari Sorong sampai Samarai, mulai dari Kopi Arfak sampai ke Kopi Sigri, dan di antara ini ada puluhan Single Origin, yang kalau dibandingkan dengan Single Origin yang ada di Indonesia, masih lebih banyak Kopi Single Origin di Tanah Papua, dari Sorong sampai Samarai.

Dalam kaitan hubungan perdagangan Papua dengan kawasn Melanesia, seharusnya Gubernur Papua melihat prospek Kopi Papua, karena kopi adalah nomor dua dari komoditas BBM yang terbanyak yang diperdagangkan di dunia, tetapi Pemerintah Provinsi Papua lebih sibuk urus Freeport dan pertambangan daripada emas hijau yang terus berbuah dan berbuah selama-lamanya ini.

Categories
Bisnis Kopi

Kioson.com, PAPUAmart.com dan Bisnis Kopi Papua

Atas kerjasama yang telah dirintis oleh Kepala Unit Sales dan Marketing KSU Baliem Arbaica, Jhon Yonathan Kwano, dengan merintis sebuah bisnis Online, Offline dan Barter Produk Spesialti, maka pada tanggal 27 Januari 2016 telahd iserahkan sebanyak sepuluh (10) unit Usaha atau Paket Kios Online yang dalam minggu ini akan segera di implementasikan ke dalam sistem jaringan minimarket PAPUAmart.com dan Kios-Kios KKLingkar.com milik KSU Baliem Arabica yang telah tersebar di berbagai tempat di seluruh Tanah Papua.

Menurut Jhon Kwano, dengan kerjasama yang strategis ini, penjualan Kopi Papua ke depan tidak perlu dilakukan seperti sediakala, dengan membanngun titik distribusi kopi di Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Jawa Barat, dan sejenisnya. Kopi Papua juga tidak perlu memikirkan lagi membangun jaringan bisnis dengan reseller atau agen Kopi Papua. Katanya,

Semua produk PAPUAmart.com diharapkan akan masuk ke dalam jaringan Toko Online dari Kios Online, sebuah startup yang baru saja diluncurkan pada bulan Mei 2015, yaitu waktu yang sama dengan pembukaan minimarket PAPUAmart.com di Jalan Raya Sentani, Hawai No. 05. Kedua startup diluncurkan pada waktu yang sama, dan keduanya memberikan solusi kepada masalah yang sama, itu soal isolasi, transportasi dan jaringan komunikasi dengan menghadirkan barang-barang kebutuhan pembeli alngsung ke kios-kios dan minimarket yang bisa langsung didatangi oleh konsumen.

Atas kerjasama Kios On dan PAPUAmart.com ini, maka selanjutnya kami bersedia memberikan pelayanan keapda masyarakat Papua untuk membeli barang-barang yang dijual di mana saja di seluruh Indonesia, dan pada saat yang sama, orang Papua dapa tmenjual barang produk mereka kepada siapa saja di seluruh Indonesia.

Categories
Bisnis Kopi

Kopi asli Indonesia punya gengsi di mata asing

Reporter : Anisyah Al Faqir | Sabtu, 23 Januari 2016 10:15

strasi kopi luwak. ©shutterstock.com/Hasloo Group Production Studio
strasi kopi luwak. ©shutterstock.com/Hasloo Group Production Studio

Ilustrasi kopi luwak. ©shutterstock.com/Hasloo Group Production Studio

Merdeka.com – Bagi Anda penikmat kopi pasti tak asing lagi dengan Hawaian Cona, Panama Gheisha atau Blue Montain. Tiga kopi mendunia ini menjadi primadona di kalangan para penikmat kopi.

Namun, tahukah Anda, bahwa ada tiga jenis kopi yang tak kalah mendunia asal Indonesia? Adalah Sumatra Mandailing, Java Mocca dan Toraja Kalofi, tiga jenis kopi yang namanya sudah dikenal penikmat kopi dunia. Ketiga kopi ini memiliki karakteristik yang berbeda dan sulit ditemukan di luar Indonesia.

“Indonesia kaya akan jenis kopi. Karakter dan kepribadian dari tiap jenis kopi di Indonesia itu berbeda-beda,” kata Asosiasi Ekspor-Impor Holikultura Indonesia Kafi Kurnia saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (22/1).

Sebagai pencinta kopi ia tahu benar rasa dari jenis-jenis kopi yang mendunia. Misalnya Toraja Kalofi. Jenis kopi ini memiliki rasa yang mirip dengan kopi asal Hawai, Hawaian cona. Rasa lembut dari kopi arabika ini digandrungi pecandu kopi asal jepang.

Seiring perkembangan waktu, kini muncul jenis kopi baru yang dikenal dengan single origin. Jenis kopi ini sangat spesifik dari suatu daerah yang tidak dicampur dengan jenis kopi lainnya. Misalnya Blue Lintong dari Sumatera Utara, Bali Kintamani dari Bali dan Papua Wamena dari Papua.

“Sesuai namanya, Blue Lintong, blue itu darah biru jadi kopi ini kopi ningrat. Kalau Bali Kintmani dikenal dengan endnote yang rasa diujung kopinya seperti rasa coklat,” cerita Kafi.

Berbagai kopi mendunia ini memang memiliki harga yang cukup menguras kantong. Namun cukup sebanding dengan cita rasa yang dihasilkan. Semakin langka kertersediaan suatu jenis kopi justru menjadi semakin dicari penikmat kopi. Artinya eksotisme karakteristik dan kepribadian kopi menjadi kunci dari harga secangkir kopi. Meskipun, tangan seorang barista juga tak bisa dipungkiri memegang peran vital dalam meracik secangkir kopi mahal.

Baginya, sudah sepatutnya pemerintah mematenkan Indonesia sebagai Surga Kopi Dunia. Sayangnya, pemerintah gagal dalam memanfaatkan momentum tersebut untuk mendeklarasikan surganya kopi itu di Indonesia.

“Kalau saja jadi pemerintah, saya akan bangun museum kopi Indonesia. Kita punya jenis-jenis kopi yang banyak variaetasnya,” tandasnya.

[rhm]

Categories
Bisnis Kopi

Cita Rasa Unik Petani Kopi Kecil Indonesia Dipuji di Norwegia

KAMIS, 21 JANUARI 2016 , 08:48:00 WIB

RMOL. Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo bekerja sama dengan Yayasan GreenIndonesia dan Norwegian Coffee Association (NCA) memperkenalkan 4 jenis kopi arabika kepada ekspertise kopi Norwegia di kantor NCA, Oslo, Selasa (19/1).

Kopi-kopi yang diperkenalkan arabika jenis single origin yang dihasilkan para micro roaster dari kebun petani-petani kecil di bawah jejaring Yayasan GreenIndonesia, organisasi yang berupaya membantu pemerintah dalam mengangkat kesejahteraan hidup masyarakat kecil. Kopi-kopi yang dimaksud yaitu Arabica Java Preanger (GreenIndonesia), Arabica Mandailing (GreenIndonesia), Arabica Mt. Arjuna (Javaroma), danArabica Garut (Mahkota Jawa Coffee).

Duta Besar RI untuk Norwegia di Oslo Yuwono A. Putranto, seperti diinformasikan Fungsi Pensosbud KBRI Oslo, menyampaikan acara promosi kopi ini mendapatkan perhatian yang cukup spesial dari pelaku industri kopi di Norwegia.

“NCA sebagai tuan rumah kegiatan memberikan dukungan yang besar. NCA juga telah membantu menghadirkan wakil-wakil dari perusahaan, importir, coffee house papan atas Norwegia (diantaranya COOP, Solberg&Hansen, Kaffebreniet, Pals dan DGB), serta para pakar kopi lainnya,” kata Yuwono.

Chairman NCA Marit Lynes mengatakan tingkat kehadiran para pakar kopi di Norwegia pada acara promosi kopi Indonesia ini lebih besar dari dua kegiatan terakhir, yaitu kopi Brasil dan kopi Ethiopia. Faktor utamanya adalah sentimen ‘kerinduan’ atas kopi Indonesia yang pernah menjadi salah satu ‘raja’ di Norwegia, namun saat ini market share-nya hanya sekitar 1% dan bahkan kopi Vietnam berhasil mencapai sekitar 2% pasar kopi Norwegia.

Selain itu, Marit menyampaikan mengenai banyaknya keinginan untuk mencoba kopi dengan cita rasa lain dari kopi yang saat ini mendominasi Norwegia, yaitu dari Brasil, Kolombia, Peru dan Ethiopia.

Hasil dari coffee cupping adalah kesamaan pandangan akan keunikan rasa yang berbeda-beda antara jenis yang satu dengan lainnya. Hal ini dinilai sebagai satu kekuatan atau potensi besar untuk mengemas kopi Indonesia tersebut sebagai artisanal coffee di pasar Norwegia. Namun demikian, diamati bahwa cita rasa tersebut belum dibarengi dengan kecantikan penampilan dari biji kopi. Masih diperlukan upaya serius untuk meningkatkan packaging dan branding dari kopi Indonesia tersebut.

Wakil dari perusahaan Solberg &Hansen dan pakar kopi Alf Kramer terketuk untuk mendalami dan menawarkan pendapat ahlinya guna mengembangkan kesamaan kualitas antara rasa dan penampilan.

Perkenalan kopi Indonesia ke publik Norwegia ini merupakan salah satu upaya untuk menggenjot ekspor kopi ke Norwegia. Bagi KBRI Oslo, upaya promosi ini dapat dijadikan sebagai kegiatan awal bagi upaya promosi dan penetrasi kopi Indonesia di pasar Norwegia, tutur Dubes Yuwono.

Norwegia merupakan pasar kopi spesial,dengan masyarakatnya merupakan peminum kopi terbanyak per kapita nomor dua di dunia. Pasar Norwegia selalu memburu kopi-kopi dengan kualitas terbaik, dan kopi Indonesia dengan cita rasa uniknya mempunyai potensi yang sangat besar. Namun demikian, upaya untuk menembus pasar Norwegia yang sangat strictini perlu dibarengi dengan peningkatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Perwakilan RI di luar negeri.[dem]

Categories
Cerita Kopi

Calon Barista Papua Recruit KSU Baliem Arabica ke Tanah Papua per 13 Januari 2015

Pada tanggal 12 Januari merupakan hari bersejarah dalam sejarah Kopi Papua, secara khusus KSU Baliem Arabica lewat Unit Marketing & Sales PAPUAmart.com, karena pada hari ini berakhir proses magang, atau dalam pendekatan belajar-mengajar Papua sudah terkenal sejak nenek-moyang kita ialah datang, lihat, tiru, tanya, dengar, coba, yang hasilnya ialah sebuah proses “pengalaman”, yang dalam istilah metode belajar-mengajar modern kita sebut “learning by doing”. Tanggal 13 Januari ialah tanggal para calon Barista menuju Tanah leluhur, pulau New Guinea.

Dalam pelepasan ini, dengan keharuan yang penuh harapan, menatap ke masa depan Kopi Papua yang begitu cerah, Jhon Kwano melatunkan “Lee Ndawe”, yang dalam bahasa Indonesia ialah Kidung Ratapan,

“Ya Tuhan, Engkau tahu maksud hati kami, untuk datang dan belajar dengan melihat, meniru, bertanya, dan mencoba di sini. Pada hari ini, anak-anak kami sudah menyelesaikan proses dimaksud. Kami tahu, bahwa perjalanan masih sangat, dan sangat jauh. Tetapi saya juga tahu bahwa tanpa proses ini, maka perjalanan yang sangat jauh itu tidak akan pernah saya dan KSU Baliem Arabica tempuh.

Engkah tahu, kami bukanlah orang tua dengan latar-belakang pengusaha. Kami sendiri lahir di zaman batu, ya Tuhan. Dan kami sekarang harus berjuang di era pascamodern. Kami tidak dapat mengharapkan siapapun datang membantu, kami harus bangkit, menyambut dan merebut masa depan yang tersedia. Kalau tidak, ya Tuhan, Engkau tahu, kami akan tertinggal. Kami akan disebut manusia zaman batu, manusia telanjang, manusia miskin, manusia kolot, manusia bodoh. Kami ciptaan-Mu, Tuhan! Kami tahu semua julukan dan anggapan ini meremehkan diri-Mu Pencipta kami. Kami berjuang untuk menutup kekurangan dalam kesempurnaan, demi masa depan orang Papua dan Tanah Papua, yang lebih maju dan berdaya-saing.

Biarlah semua orang Papua, pejabat, pegawai, pengusaha kecil dan besar, ibu dan bapak, kecil dan besar, tua dan muda, di kota dan di kampung, di hutan dan di luar tanah Papua, semua memahami dan maju selangkah dalam irama yang sama, bahwa kemajuan tanah Papua tidak ditentukan oleh Sukarno, Suharto, Habibie, Gus Dur, Mega, SBY, ataupun Jokowi. Semuanya tidak! Kami tahu, maju-mundurnya Tanah Papua ditentukan oleh kami orang Papua sendiri. Itu nubuat, dan itu realias hari ini, itu pula realitas yang kami lihat akan terwujud besok.

Dalam merayakan realitas mendatang itu, kami-pun mengambil langkah-langkah dalam segala kelebihan dan keterbatasan kami. Tuhan, kami hanya berjuang, Engkau-lah yang melengkapi dan menyempurnakan. Gerakanlah semua orang lain di pulau Jawa, pulau Sumatera, pulau Bali, pulau Borneo dan pulau Sulawesi, untuk memberikan dukungan moril dan doa.

Engkau tahu, kami tidak butuh dianak-emaskan atau diperlakukan khusus, kami tidak mengemis dan kami tidak mengeluh. Yang kami lakukan saat ini ialah memicu kebangkitan orang Papua sendiri mengejar ketertinggalan. Kami punya mimpi, membangun “Kerajaan Kopi Tanah Papua, yang megah dan perkasa!” bukan sebagai simbol kesombongan dan kebanggaan kami, bukan sebagai bukti Tanah Papua sebagai sorga kecil yang jatuh ke Bumi, bukan sebagai tanda Papua itu kaya. Bukan semuanya ini Tuhan. Ini hanyalah tanda, ya, tanda, bahwa kami ciptaan-Mu, kami anak-anak-Mu, dan kami hadir untuk memuliakan realitas itu saja, tidak lain.

Berkati mereka, engkau tahu nama mereka, engkau tahu rumah-tangga mereka, pribadi mereka, keluarga besar mereka. Engkau tahu pergumulan hidup mereka. Engkau tahu usaha cafe mereka di tengah persaingan ketat di Era MEA ini. Engkah kunjungi dan berkati mereka satu per satu. Pemilik cafe, para tutur, pelatih dan pembimbing anak-anak kami, calon Barista Papua.

Dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamat! Amin!

Dalam cucuran air mata, doa inipun diakhiri. Ini bukan air mata buaya, bukan air mata kesedihan dan mengemis kepada Tuhan. Tetapi inilah airmata Ucapan Syukur! kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tuhan Pelindung Kita semua, Pohon Berkat! Ini air mata harapan, air mata kebahagiaan, karena satu dari sekian pintu telah terbuka bagi Tanah Papua, pintu memasuki Kerajaan Kopi Tanah Papua.

Kwano mengatakan magang seperti ini akan terus digiatkan sepanjang tahun 2016. Menurutnya, “Kalau Tuhan berkehendak, Tahun 2017 kita bicara tentang Baliem Blue Coffee sebagai sebuah product yang sudah siap masuk ke jaringan bisnis kopi di seluruh dunia.”

 

Categories
Bisnis Kopi

Sejak Minggu Kedua Desember 2015, Dua Orang Papua Belajar Barista dan Roaster di Jakarta Coffee House

Sejak tahun 2007, KSU Baliem Arabica didirikan, dan bergiat dalam memproduksi kopi biji hijau.

Sejak tahun 2009, hasil kerja keras Ketua Koperasi Baliem Arabica, Ev. Selion Karoba, S.Th. sudah menunjukkan bukti, yaitu pertama kali produk Asli dari Tanah Papua, olahan anak Asli Tanah Papua, diekspor ke pasar internasional. Sejak ekspor itu, maka KSU Baliem Arabica menjadi anggota Exportir Kopi Indonesia sampai saat ini.

Walaupun sejak 2014, yaitu Jhon Yonathan Kwano bergabung ke dalam bisnis Kopi Papua sebagai Kepala Unit Sales & Marketing dari Kopi Papua diupayakan agar Kopi Grade A, B, C dan D semuanya dijual di Indonesia dan di Tanah Papua.

Hasilnya pada tahun 2015 semua kopi produk KSU Baliem Arabica dijual di Indonesia sebagai Biji Hijau dan di Tanah Papua dalam bentuk Kop Bubuk dengan nama Baliem Blue Coffee Papua.

Menyusul kemajuan ini, maka pada awal bulan Desember 2015 telah dirintis sebuah kerjasama magang dan pelatihan bersama The Jakarta Coffee House di Jl. Cipete Raya No. 02, Jakarta Selatani. Easter P. K. Tawy dan Minus Rad Kwano saat ini sedang mengikuti magang dimaksud. Silahkan lihat clip Video ini:

Lupa di angkat milkjack nyaa..

Posted by Easter Paulina on Tuesday, 22 December 2015

Selain dari itu Anda dapat mengunjungi alamat facebook.com dari @bbcoffee; @ekaroba; @papuabusiness

Categories
Bisnis Kopi

Kopi Papua sudah miliki Gudang di Jakarta per Desember 2015

Sebagaimana diberitakan oleh PAPUAmart.com dalam blognya, Kopi Papua, pertama-tama Wamena Single Origin kini telah tersedia di Gudang PAPUAmart.com atau Gudang Kopi Papua di Jakarta dengan alamat lengkap berikut:

Jl. Muhammad Kahfi no. 1
Gg, Nila No. 75
Kel. Ciganjur
Kec. Jagakarsa
Jakarta Selatan
SMS: 0856-9135-0287 (Mas Gito) / WA: 085769223000 (Jhon Kwano)

Email: info@pas.coffee; info@papua.coffee; info@kopipapua.biz; info@baliemarabica.com; papuamart@gmail.com

Social Media:
Twitter @papuamart  & @bbcoffee
FB: @papuamart  @bbcoffee
Linkedin @papuamart @bbcoffee
Tumblr: @papuamart @baliemarabica

Harga Kopi yang kami sediakan di Jakarta per kg Green Beans ialah Rp.130.000,-

Anda dapat membelinya sebanyak 1 kg – 599 kg dengan harga Rp.130.000,-

Kami berikan harga khusus untuk pembelian lebih dari 600 kg.

Dengan ini maka kami berharap para tengkulak yang telah lama menipu dengan memanipulasi dan mencampur kopi sembarangan lalu memberi nama “Kopi Papua” dapat kami hentikan dan kami maju memperbaiki nama “Kopi Papua” sebagai Kopi Specialty yang memiliki citarasa tersendiri dan unik.

Categories
Uncategorized

Workshop Kopi Papua

Pada sabtu 15 Mei 2010, bertempat di sekretariat Tji Liwoeng Balekembang, Condet, Yayasan Forum Kebangsaan Generasi Muda Papua, mengadakan Workshop Sehari bertemakan, “Peran mahasiswa dan pemuda dalam pemberdayaan petani Kopi di Papua”. Saya berkesempatan menghadirinya.

Hadir sebagi pembicara, Ir. Lili Toraja, dari Bina Desa dan Revitriho Hosodo dari Global Justic. Masing masing berbica tentang teknik budidaya kopi dan melawan hegemoni starbuck.

Dalam workshop itu terungkap, ternyata Papua mimilik kopi terbaik di seluruh Indonesia. Kualistanya punya potensi ekspor. Buktinya, baru-baru ini, Tempo interaktif melaporkan Papua akan mengeskpor kopi sebanyak 40 ton ke Amerika Serikat.

Walau demikian, potensi budidaya kopi ditanah Papua belum dimaksimalkan. Budidaya perkebunan kopi masi dilakukan secara tradisional. Petani kopi papua belum mendapatkan pendampingan yang baik dari para penyulu lapangan. Pasar juga masi menjadi salah satu kendala.

Di lain pihak, perdagangan Kopi ternyata masi dimonopoli oleh pedagang-pedangan besar. Salah satunya korporasi bernama starbuck. Korporasi ini mengendalikan distribusi dan juga turut mengatur harga komoditi kopi dunia. Lebih parah lagi korporasi ini mengambil keuntungan besar sementara itu banyak pedagan kopi di seluruh dunia yang tidak menikmati hasil jeripayah mereka.
Sumber : http://begitusudah.blogspot.com/