Logo
  • Home
    • About Us
    • Visi & Misi
    • Our Services
    • Layanan Kami
    • Team Members
    • Team Members
    • Projects V2
    • Our Services
    • Pricing Table
  • Profil Kopi
    • Profil Kopi Papua
    • Kopi Spesialti Papua
    • Kopi-Kopi Papua
    • Profil Kopi Indonesia
  • Coffee Story
    • Rahasia Proses Pengolahan Kopi Papua
    • Sejarah Kopi Papua
    • Baliem Blue Coffee
    • KBA – Baliem Blue Coffee
  • Perusahaan Kopi
    • KSU Baliem Arabica
  • Contact Us
    • Peluang Usaha
Logo

Organic Arabica - Papua Single Origins

  • Address

    d/a PT PAPUA MAJU BERSAMA, Kompleks Missi, Pos 7 Sentani 99352, Papua, Indonesia
  • Email

    cs@kopipapua.com
  • OFFICE HOURS

    Office Hours: 8:00 AM – 7:45 PM

SPEKTRUM: Surga Kopi Ada Di Sini

  • Home
  • SPEKTRUM: Surga Kopi Ada Di Sini
  • By admin
  • In Bisnis Kopi

Anggi Oktarinda  Jum’at, 24/04/2015 05:12 WIB

Indonesia mendapat julukan baru, Surga Kopi Dunia atau The World Coffee Heaven. Julukan itu disematkan kepada Indonesia pada acara ekshibisi ke-27 Specialty Coffee Association of America di Seattle, Amerika Serikat, pada 9—12 April 2015.

Sebutan yang sangat istimewa dan tentu saja tidak sembarangan. Apalagi, SCAA adalah tempat berkumpulnya komunitas kopi khusus paling besar dan berpengaruh di Negeri Paman Sam serta dunia. Sejak didirikan pada 1982, asosiasi ini telah memiliki jaringan anggota yang tersebar di 40 negara.

Di sisi lain, AS termasuk salah satu pangsa pasar utama kopi Indonesia. Data statistik Biro Sensus Departemen Perdagangan AS menyebutkan impor kopi AS dari Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai US$323,10 juta. Nilai impor itu meningkat US$32,76 juta atau 11,29% dibandingkan dengan 2013 sebanyak US$290,34 juta.

Komunitas kopi khusus itu menyematkan julukan Surga Kopi Dunia setelah melihat varian kopi dari Indonesia. Pada ekshibisi itu, Indonesia berhasil memikat komunitas dengan sajian 39 varian kopi khusus terbaik dari berbagai tempat di Tanah Air.

Kopi-kopi ini disajikan di Indonesian Café di Paviliun Indonesia setiap hari selama acara SCAA berlangsung. Mereka antara lain Flores Arabica Manggarai, West Java Arabica Preanger ‘Malabar Moun tain’, Sulawesi Arabica Toraja ‘Toarco-PB’, Sumatra Arabica Wahana Natural, Flores Arabica ‘Blue Flores’, Bali Arabica ‘Kintamani Natural’, Sumatra Arabica ‘Lintong Boemi Coffee’, Sumatra Arabica ‘Solok Minang’, dan Sumatra Arabica Gayo ‘Retro’.

Selain kopi, pada acara itu pula Indonesia memutar Aroma of Heaven, sebuah film dokumenter besutan sutradara Budi Kurniawan yang mengisahkan tentang perjalanan kopi Nusantara.

Adegan petani kopi di Takengon, dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, membuka film berdurasi 3 menit 45 detik itu. Sang sutradara pun membawa penonton ke Flores untuk menyaksikan kopi bajawa.

Terlihat bagaimana tanaman kopi tumbuh di berbagai tempat dengan kebudayaan berbeda, dan bagaimana para petani mencintai komoditas yang ditanamnya.

Siapa yang tidak kenal kopi, si “emas hitam” yang beraroma wangi dan menggugah selera ini? Kopi pertama kali dibawa ke Nusantara oleh kongsi dagang Be landa, VOC pada pertengahan abad ke-16.

Sejak itu, penduduk di negeri ini membudidayakan kopi sehingga tersebar ke berbagai wilayah. Mulai dari Aceh, Toraja, Flores, Jawa, hingga Papua.

Di negeri ini, setiap wilayah berbeda menghasilkan kopi dengan karakteristik berbeda pula, baik dari sisi tingkat keasaman aroma dan cita rasa. Rasa dan aroma kopi di dataran tinggi Gayo, misalnya, tidak akan sama dengan rasa dan aroma kopi Kintamani.

Karakteristik kopi Toraja juga tidak sama dengan karakteristik kopi Jawa. Belum lagi kehadiran kopi unik yang menjadi kopi paling mahal di dunia,
yakni kopi luwak.

Keunikan dan kekayaan inilah yang menjadi nilai tambah Indonesia saat mengekspor dan memperkenalkan biji kopinya kepada dunia. Baik kopi jenis robusta maupun arabika asal negeri ini selalu mengalami kenaikan permintaan.

Total ekspor kopi dari Indonesia pada 2014 mencapai US$1,1 miliar. Pemerintah menargetkan nilainya dapat tumbuh tiga kali lipat menjadi US$3,3 miliar pada 2019. Sebuah target yang patut di apresiasi, meskipun bukan hal mustahil.

Apalagi, mengingat realisasi ekspor kopi nasional sepanjang 2008—2013 yang berfluktuasi dari angka US$1,08 miliar (2008), turun menjadi US$929,82 juta (2009), naik kembali ke angka US$983,99 (2010), dan sempat bertengger pada angka US$1,56 miliar (2012).

Hanya saja, yang perlu mendapatkan perhatian adalah, kopi yang bagaimana dan dalam bentuk apa yang akan menjadi andalan ekspor? Apakah dalam bentuk mentah seperti yang sudah-sudah? Ataukah dalam bentuk produk bernilai tambah lebih, seperti biji yang sudah dipanggang
atau bahkan kopi bubuk?

Kemudian, apakah semua kopi dengan kualitas terbaik yang akan dilempar ke pasar luar? Sementara itu, hanya sedikit kopi berkualitas top yang disisakan untuk konsumsi pecinta kopi di dalam negeri?

Jangan lupakan, selain masyarakat global, kopi Indonesia juga digemari pecinta kopi di tataran nasional. Terbukti dari tingkat konsumsi kopi nasional yang terus tumbuh dari 0,8 kg per kapita per tahun pada 2010 menjadi 1,03 kg per kapita per tahun pada 2014.

Pada tahun depan, tingkat konsumsi kopi nasional diperkirakan menyentuh 1,1 kg per kapita. Tentu, sebuah ironi apabila penduduk Surga Kopi Dunia ini tidak dapat mencecapi kopi berkualitas terbaik di negeri sen diri karena sudah habis untuk diekspor.

ekspor kopiKopi IndonesiaKopi Papuapenjualan kopiSCAA
Hingga Beberapa Bulan ke Depan, Harga Kopi Bakal Melambung
Kisah Bulir Kopi dari Pedalaman Papua

Leave a Comment Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Recent Posts

  • Kopi Wamena Perjalanan Epik dari Tradisi Lokal ke Tren Internasional
  • Biji Kopi Papua: Permata Langka dari Dataran Tinggi Indonesia yang Masih Asri
  • Papua Pemikat Ratu Belanda
  • Membongkar Rahasia Proses Pengolahan Kopi Papua: Dari Kebun ke Cangkir
  • Mengungkap Keunikan Kopi Papua Melalui Penelitian

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Baliem Blue Coffee: Merek Dagang Kopi Arabika Organik dari Lembah Baliem, Papua
  2. Spart Lee on Unsatiable entreaties may collecting Power.
  3. Spart Lee on Consulted admitting is power acuteness.
  4. Spart Lee on Discovery incommode earnestly no he commanded
  5. Jonathom Doe on Unsatiable entreaties may collecting Power.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • March 2025
  • March 2024
  • August 2022
  • May 2022
  • October 2021
  • July 2021
  • January 2020
  • May 2019
  • March 2018
  • April 2015
  • December 2014
  • October 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • March 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • January 2008
  • August 2007
  • January 2005

Categories

  • Analysis
  • Berita Perusahaan
  • Bisnis Kopi
  • Cerita Kopi
  • Firewall
  • IT Solutions
  • Security
  • Technology
  • Uncategorized

About aveit

Organic Arabica - Papua Single Origin by KSU Baliem Arabica, PT Papua Mandiri Bersaudara, PT Kimarek Aruwam Agorik, CV BANANA LEAF CAFES

Services

  • SEO Marketing
  • Pay Per Click
  • SEO Services
  • Social Media
  • SEO Audit

Company

  • Rahasia Proses Pengolahan Kopi Papua
  • Contact Us
  • Career
  • Terms
  • Team Members

Contact Us

  • ADDRESS

    California, TX 70240
  • EMAIL

    support@validtheme.com
  • CONTACT

    +44-20-7328-4499

© Copyright 2021 KopiPAPUA.com By PT PAPUA Mandiri Bersaudara

Logo