Logo
  • Home
    • About Us
    • Visi & Misi
    • Our Services
    • Layanan Kami
    • Team Members
    • Team Members
    • Projects V2
    • Our Services
    • Pricing Table
  • Profil Kopi
    • Profil Kopi Papua
    • Kopi Spesialti Papua
    • Kopi-Kopi Papua
    • Profil Kopi Indonesia
  • Coffee Story
    • Rahasia Proses Pengolahan Kopi Papua
    • Sejarah Kopi Papua
    • Baliem Blue Coffee
    • KBA – Baliem Blue Coffee
  • Perusahaan Kopi
    • KSU Baliem Arabica
  • Contact Us
    • Peluang Usaha
Logo

Organic Arabica - Papua Single Origins

  • Address

    d/a PT PAPUA MAJU BERSAMA, Kompleks Missi, Pos 7 Sentani 99352, Papua, Indonesia
  • Email

    cs@kopipapua.com
  • OFFICE HOURS

    Office Hours: 8:00 AM – 7:45 PM

”Toki-toki” Angkat Cerita Kopi Papua

  • Home
  • ”Toki-toki” Angkat Cerita Kopi Papua
  • By admin
  • In Cerita Kopi

Dari sebatang kayu gini, toki-toki (alu-alu) menjadi pegangan petani kopi Papua. Sehari-harinya, toki-toki bertalu-talu merdu di Lembah Baliem, Pegunungan Jayawijaya. Minim sentuhan teknologi mesin, kisah kopi tradisional itu malah terangkat dan mendunia.

Di sudut-sudut desa, mama-mama petani terampil menumbuk kopi dengan toki-toki. Kata mereka, seperti itulah proses pengolahan gabah menjadi biji beras (greenbean) serta dari biji sangrai (roasted bean) menjadi bubuk kopi.

“Dari dulu su (sudah) pakai toki-toki. Begitu tradisinya,” ujar Torsina, petani di sentra kebun kopi rakyat di Desa Pyramid, Kabupaten Jayawijaya, akhir Maret 2018.

Harga kopi terangkat ketika label proses tradisional disematkan pada setiap kemasan kopinya.

Proses tradisional tak bisa lepas dari pengolahan kopi di Lembah Baliem. Selain karena minimnya asupan mekanisasi modern, proses tradisional belakangan justru menarik perhatian dunia.Danial Ade Kurniawan

Melihat potensi kopi yang begitu besar di Kabupaten Lanny Jaya, kini Moses ingin mengangkat kopi tak sekedar sumber penghidupan keluarganya. Ia bertekad menjadikan kopi sebagai sandaran ekonomi bagi masyarakat setempat.

Harga kopi terangkat ketika label proses tradisional disematkan pada setiap kemasan kopinya. Orang pun penasaran ingin mencicipi rasa manis dan aroma kopi tersebut.

Kopi hasil olahan tradisional akhirnya menjadi kebanggaan petani. Mereka tak ragu meneruskan tradisi lama. Bahkan tidak hanya di Lembah Baliem. Di ceruk-ceruk Pegunungan Lanny Jaya hingga Pegunungan Bintang, petani pun mengolah kopi dengan cara yang sama.

Mulai dari panen, identitas Papua pun begitu lekat. Buah kopi merah yang dipetik, misalnya, dikumpulkan ke dalam noken, tas tradisional berbahan kulit kayu. Selanjutnya, untuk menyortir buah merah yang baik, digunakanlah sumber air dari mata air setempat. Sementara kulit buahnya dikupas dengan tangan.

Setelah itu, biji gabah difermentasi. Satu keunikan dalam pengolahan kopi Papua adalah proses pengolahan basah dengan fermentasi kering. Tujuan fermentasi untuk menghilangkan lendir yang tersisa di permukaan kulit tanduk biji kopi setelah proses pengupasan. Proses itu juga mengurangi rasa pahit dan membentuk kesan lembut (mild) pada citarasa seduhannya. Proses tersebut memakan waktu 24 jam hingga 36 jam.

Setelah dijemur menjadi kering, biji gabah kopi siap ditumbuk. Dalam proses ini, toki-toki digunakan memecah butiran gabah kopi menjadi biji beras. Untuk memisahkan kulit gabah dari biji, petani menampihnya di atas anyaman bambu.

Danial Ade Kurniawan untuk KompasMoses menumbuk kopi menggunakan toki-toki di Dusun Tiom, Lanny Jaya, Papua, Minggu (25/3/2018). Penumbukan ini dilakukan untuk memisahkan kopi dari kulitnya.

Selanjutnya, biji kopi disangrai dalam gerabah di atas perapian kayu. Biji sangrai kemudian ditumbuk menjadi bubuk kopi. Untuk mendapatkan butiran yang sama, bubuk diayak.

Menurut Moses Jigibalom (26), petani dan pengolah kopi di Tiom, proses pengolahan kopi tradisional memang lebih panjang, lebih menguras tenaga. Itu sebabnya, sebagian petani cenderung pikir-pikir mengolahnya. Tak jarang mereka menjual langsung buah kopinya ke pasar dengan harga sangat rendah. Buah kopi hanya bernilai Rp 5.000 per kilogram.

Sangat diminati

Kopi olahan Torsina dan petani di sekitar Wamena dikenal dengan nama kopi arabika dari Lembah Baliem. Kopi ini termasuk yang diminati dan diburu kalangan pedagang kopi dan pemilik kedai.

Harga kopi tradisional Papua bisa dibilang paling mahal di antara kopi-kopi Nusantara lainnya. Di Kota Jayapura, harga sebungkus bubuk kopi yang berisi 100 gram saja mencapai Rp 50.000. Berarti, harga 1 kilogram bubuk kopi organik dan tradisional itu mencapai Rp 500.000. Di Jakarta, harganya tentu lebih mahal lagi. “Prosesnya memang beda sehingga harganya pun beda,” ucapnya.

Danial Ade Kurniawan untuk KompasMoses menyangrai kopi hasil panennya di Dusun Tiom, Lanny Jaya, Papua, Minggu (25/3/2018).

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Jayawijaya Hendri Tetelepta menyebutkan, keunggulan kopi arabika Lembah Baliem ialah teknik budidaya dan pengolahan pascapanen yang dilakukan petani secara tradisional. Mulai dari penggunaan pupuk organik alias tanpa bahan kimia hingga pengolahan hasil panen. Rangkaian proses itu membuatnya digolongkan sebagai kopi langka karena memang tak banyak lagi kopi yang diolah dengan cara lawas.

Pengembangan kopi arabika di Lembah Baliem hidup sejak pemerintahan Hindia Belanda. Khusus di Jayawijaya, pengembangan kopi mencakup 23 distrik dengan luas tanaman terbesar di Distrik Asologaima, Pyramid, dan Wolo. Total luas area tanamnya hampir 2.000 hektar.

Sementara itu, di seluruh Provinsi Papua, luas area tanamnya mencapai 9.400 hektar yang tersebar di Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Penanaman kopi menyebar pada ketinggian mulai dari 1.400 hingga 2.200 meter di atas permukaan laut.

Alam Papua yang subur menyediakan buah-buah kopi istimewa. Disempurnakan dengan tradisi dalam pengolahan, maka hasilnya semakin istimewa. Tak salah apabila orang menyebut kopi Papua: sang mutiara hitam. (IRMA TAMBUNAN)

Kopi PapuaKopi Wamenapenilaian kopi
Kisah Bulir Kopi dari Pedalaman Papua
Baliem, Arfak, Bintang: Istimewanya Kopi Papua

Leave a Comment Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Recent Posts

  • Kopi Wamena Perjalanan Epik dari Tradisi Lokal ke Tren Internasional
  • Biji Kopi Papua: Permata Langka dari Dataran Tinggi Indonesia yang Masih Asri
  • Papua Pemikat Ratu Belanda
  • Membongkar Rahasia Proses Pengolahan Kopi Papua: Dari Kebun ke Cangkir
  • Mengungkap Keunikan Kopi Papua Melalui Penelitian

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Baliem Blue Coffee: Merek Dagang Kopi Arabika Organik dari Lembah Baliem, Papua
  2. Spart Lee on Unsatiable entreaties may collecting Power.
  3. Spart Lee on Consulted admitting is power acuteness.
  4. Spart Lee on Discovery incommode earnestly no he commanded
  5. Jonathom Doe on Unsatiable entreaties may collecting Power.

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • March 2025
  • March 2024
  • August 2022
  • May 2022
  • October 2021
  • July 2021
  • January 2020
  • May 2019
  • March 2018
  • April 2015
  • December 2014
  • October 2014
  • August 2014
  • July 2014
  • May 2014
  • April 2014
  • March 2014
  • February 2014
  • October 2013
  • September 2013
  • August 2013
  • July 2013
  • June 2013
  • March 2013
  • December 2012
  • November 2012
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • January 2008
  • August 2007
  • January 2005

Categories

  • Analysis
  • Berita Perusahaan
  • Bisnis Kopi
  • Cerita Kopi
  • Firewall
  • IT Solutions
  • Security
  • Technology
  • Uncategorized

About aveit

Organic Arabica - Papua Single Origin by KSU Baliem Arabica, PT Papua Mandiri Bersaudara, PT Kimarek Aruwam Agorik, CV BANANA LEAF CAFES

Services

  • SEO Marketing
  • Pay Per Click
  • SEO Services
  • Social Media
  • SEO Audit

Company

  • Rahasia Proses Pengolahan Kopi Papua
  • Contact Us
  • Career
  • Terms
  • Team Members

Contact Us

  • ADDRESS

    California, TX 70240
  • EMAIL

    support@validtheme.com
  • CONTACT

    +44-20-7328-4499

© Copyright 2021 KopiPAPUA.com By PT PAPUA Mandiri Bersaudara

Logo