Menjawab pertanyaan:
Apa saja yagn diperhatikan dalam menentukan Profil Kopi?
Dalam profil kopi, yang diperhatikan adalah karakteristik sensorik (aroma, rasa, body, keasaman, aftertaste) yang dipengaruhi oleh asal (varietas, terroir) dan proses (pengolahan, roasting (profil suhu/waktu), penggilingan, metode seduh), bertujuan menciptakan pengalaman rasa yang konsisten dan spesifik seperti manis, buah, cokelat, atau earthy.
Dari Biji Hijau (Green Bean)
- Asal (Origin) & Varietas: Kopi dari Ethiopia cenderung punya nuansa bunga/buah, sementara Sumatran lebih earthy.
- Kualitas Biji: Ukuran, kekerasan, cacat biji, kematangan.
- Metode Pengolahan: Mempengaruhi rasa akhir (misalnya, natural, washed).
Saat Proses Roasting (Penyangraian)
- Parameter Mesin: Suhu awal, turning point, waktu total roasting.
- Perubahan Fisik: Perubahan warna, bunyi “cracking” (letupan biji).
- Profil Roasting: “Resep” suhu dan waktu untuk mencapai hasil akhir (misalnya, light, medium, dark roast).
Saat Seduh (Brewing)
- Rasio Seduh: Perbandingan berat kopi dan air (contoh: 1:15).
- Ukuran Gilingan (Grind Size): Halus untuk espresso, kasar untuk French Press, sangat mempengaruhi ekstraksi.
- Suhu Air: Mempengaruhi kelarutan senyawa rasa.
- Teknik Seduh: Konsistensi tuang untuk manual brew.
Profil Rasa (Flavor Profile) – Hasil Akhir
- Aroma: Bau bunga, buah, kacang, cokelat, dll..
- Rasa (Flavor): Manis, asam, pahit, notes buah (jeruk, beri), cokelat, karamel.
- Keasaman (Acidity): Kesegaran, kecerahan (seperti jeruk, beri).
- Kekentalan (Body): Sensasi di mulut, ringan hingga penuh (creamy).
- Aftertaste: Rasa yang tersisa di mulut setelah minum (earthy, smoky, bersih).
- Harmoni & Keseimbangan: Perpaduan semua elemen ini.