KBRN, Wamena: Lemius Kogoya (35), pria asal Papua tetapatnya di Kampung Onggobaga Distrik Bpiri Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua pegunungan, mampu mendirikan usaha kopi Papua dengan nama brand Galery Of Papua Black Gold Caffee atau kopi emas hitam Papua yang berlokasi kampung Musaima Distrik Hubikosi Wamena.
Pendirian usaha itu awal kisahnya Kogoya bercerita, sejak 2020 silam, ketika ia pergi ke kampung halamanya dari kota Wamena, ia melihat kopi tumbuh subur namun liar tanpa dikelola, banyak orang menebangnya secara liar.
“Maka saat itu saya mulai berfikir keras bagaimana caranya kopi ini bisa di kembangkan menjadi komuditi yang mimiliki nilai tinggi di tanah Papua khususnya dari kawasan Papua pegunungan ini, “katanya saat ditemui café milikinya Galery Of Papua Black Gold Caffee, sabtu (23/09/2023)
Dia bercerita, kopi tidak sekedar minuman bagi penikmatnya tapi kopi merupakan salah satu alat pemersatu bangsa, kelompok, etnis dan gereja bahkan inspirasi bagi dunia. Ini menjadi sebab utama dirinya untuk terjun dalam dunia usaha kopi.
“Maka awal 2021 saya mulai punya niat untuk terjun ke dunia usaha kopi, dan saat itu saya masih berprofesi sebagai guru bahasa inggris di salah satu SMP Negeri di Wamena, dan sejak itu juga mulai jatuh cinta dengan kopi kemudian dengan bermodalkan uang senilai Rp 1 juta rupiah saya dari kota Wamena kembali pergi ke kampung dimana saya di lahirkan dan di besarkan di kampung kecil itu,” katanya
Sejak saat itu, ia mulai belajar secara otodidak, mendalami pengetahuannya tentang pengolahan kopi dengan berbagai cara. Ia lalu mulai membeli kopi dari beberapa penjual “Mulai belajar secara ototidak melalui internet, youtube dan beberapa artikel di internet tentang cara olah biji kopi dan meracik kopi serta sempat tanya ke orang pemilik caffe” Ucap Lemius Kogoya
Ia juga mengaku jika kopi yang diraciknya secara manual dan otodidak itu, tembus hingga pasar internasional misalnya ke pemerintah negara Cheko sebanyak 60 bungkus pada tahun 2021 bahkan tembus ke pasar Eropa.
“Akhirnya mulai sejak itu saya mulai lebih semangat lagi untuk kembangkan di dunia usaha kopi walaupun saat itu belum ada lebel atau hak cipta resmi tapi sudah banyak orang pesan dan melirik dari berbagai menca maka buat saya makin semangat bekerja di dunia kopi ini hingga saat ini” ungkapnya sembari mengatakan kopinya ia datangkan dari berbagai daeri di Papua Pegunungan.
Ia juga menceritakan jika dirinya punya mimpi dan harapan serta visi besar bagaimana kopi arabika asal Pegunungan Jayawijaya ini dijadikan sebagai comudity unggulan di Provinsi Papua Pegunungan, sehingga kopi mampu Impor/ekspor baik di tingkat Nasional maupun Internasional.
Usaha kopi yang dikembangkan saat ini dengan nama, galery off Papua black gold caffee atau kopi emas hitam Papua tersebut ia banggun di atas lokasi ukuran 7X4 m2 dan kedepan rencana mau tambah dengan ukuran 8×6 m2 di lokasi yang sama.
Advertisement
“Faslitas minuman yang kami sediakan di sini ada sebanyak 13 jenis minuman di antaranya yakni, kopi latte, americano,capucino, eksperoso, kopi singgel dan beberapa jenis minuman lainnya, sementara untuk makanan atau snack sendiri di antaranya ubi bakar, jagung rebus, danging wam, ayam potong semuanya serba khas lokal Wamena,” katanya
Sementara harga yang ia patok paling renda 10 – 15 ribu rupiah dan paling tinggi rp 20 ribu baik minuman maupun makanan. “Jadi kaloh para konsumen pesan satu paket berarti mereka hanya bayar Rp50 ribu,” katanya
Selain itu di caffe miliknya juga tersedia ruang literasi dengan menyediahkan berbagai jenis buku yang didominasi buku bahasa inggris. Kogoya juga mengaku jika usahanya saat ini masih dalam proses perijinan.
“Tapi untuk para pengujung puji Tuhan sangat luar biasa, karena yang datang berkunjung mulai dari tingkat daerah, Nasional hingga Internasional dan dari semua kalangan baik, pejabat publik, politikus, tokoh masyarakat, mahasiswa hingga masyarakat biasa semuanya datang ke sini untuk menikmati kopi” katanya.
“Jika usaha saya ini bisa berjalan lancara maka rencana kedepannya saya bangun gudang yang berukaran lebih besar sebagai tempat penampungan kopi untuk melayani kopi dari semua kabupaten, Distrik dan Kampung yang ada di Jayawijaya maupun wilayah Papua pegunungan pada umumnya” ujarnya lagi.(*)